Berita Pangkalpinang

Warga Datangi LP5 Babel Keluhkan Lampu Jalan Banyak Mati

Warga Kelurahan Asam, Kecamatan Rangkui mengeluhkan sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak menyala.

Warga Datangi LP5 Babel Keluhkan Lampu Jalan Banyak Mati
Ist/Jumli Jamaludin
Lampu jalan pada malam hari 

BANGKAPOS.COM - Warga Kelurahan Asam, Kecamatan Rangkui mengeluhkan sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) yang tidak menyala.

Edy (49), warga sekitar mengeluhkan ada banyak titik lampu PJU mulai dari simpang Theresia sampai sepanjang jalan Solihin GP kampung Asam, termasuk beberapa titik lampu jalan yang tidak menyala ada di gardu PLN P.021, P.347, P1073 dan beberapa titik di depan Makodim maupun depan masjid Baitul Makruf kampung Asam.

"Kami harap pihak-pihak yang berkompeten untuk dapat dilakukan perbaikan atau dapat dinyalakan sebagaimana mestinya dan sesegera pada malam hari, mengingat untuk menghindari potensi terjadinya rawan kecelakaan dengan ramainya lalu lintas kendaraan dan potensi tindak kriminal di lokasi tersebut pada malam hari," kata Edy, Kamis (8/8/2019).

Begitupun dengan Cecep (55) dan rekan-rekannya, mengeluhkan lampu jalan di simpang museum Timah tidak menyala dan belum dilakukan perbaikan. Selain itu, di persimpangan kampung Opas ada beberapa titik mulai dari depan TPA Assyukur dekat gardu P202 sampai Mesjid baru Assyukur.

Keluhan ini mereka sampaikan kepada Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik (LP5 Babel) untuk segera menyampaikan aspirasi masyarakat kepada dinas terkait. Ketua LP5 Babel yang juga sebagai pemerhati kebijakan publik, Jumli Jamaluddin didampingi anggota tim, Sapanudi Hassan, telah melakukan pengecekan dilokasi, dan berkoordinasi ke pihak-pihak terkait seperti dinas perhubungan dan PLN.

Jumli berharap pihak dishub terkait untuk segera memperbaiki dan menyalakan kembali lampu PJU tersebut dengan saling berkoordinasi termasuk berkoordinasi dengan pihak PLN.

Menurutnya, masyarakat tidak paham soal kewenangan instansi mana namun bagi masyarakat hal tidak penting, yang terpenting lampu PJU harus menyala jika terpasang di tiangnya. Sebab masyarakat sudah membayar pajak untuk penerangan dan pajak telah masuk ke pemerintah terkait yang masuk masuk ke PAD masing-masing.

Molen Gugup Satu Jam Temani Istri Lahiran di Ruang Operasi

"Sangat berharap agar keluhan masyarakat tersebut untuk segera ditindaklanjuti oleh Dishub Provinsi maupun Dishub Kota Pangkalpinang, sehingga agar lampu PJU tersebut tidak dibiarkan begitu tidak menyala secara berlarut-larut," kata Jumli kepada bangkapos.com.

Lebih lanjut, dia mengatakan lampu penerangan jalan sebenarnya sangat membantu terlaksananya fungsi jalan umum.

Penerangan jalan umum haruslah dapat dinikmati semua masyarakat atau publik dan dapat digunakan dengan aman nyaman oleh masyarakat.

Dia menerangkan, tidak menyalanya atau minimnya lampu penerangan jalan berpotensi memicu rawan kecelakaan lalu lintas bagi masyarakat yang melintasi jalan raya dan memicu rawan tindakan kriminal yang berdampak meresahkan masyarakat. Bukan hanya itu, tetapi juga mengurangi keindahan suatu wilayah.

Dia berharap lampu penerangan jalan pada titik-titik tertentu dapat menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan layanan publik kepada masyarakat. Selain itu, dia berharap masyarakat dapat mendukung keindahan kota agar fasilitas publik tetap dapat terjaga dengan baik.

(bangkapos.com / ira kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved