Berita Pangkalpinang

Ikatan Alumni Lemhanas Ambil Bagian Ciptakan Situasi Kondusif

Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL) Babel sebagai katalisator bangsa ambil bagian dalam membuat situasi menjadi kondusif

Ikatan Alumni Lemhanas Ambil Bagian Ciptakan Situasi Kondusif
Ist/Bambang Pattijaya
Peserta Rakerda I IKAL Komprov Babel berfoto bersama Kapolda Babel, Kamis (8/8/2019 

BANGKAPOS.COM-- Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL) Babel sebagai katalisator bangsa ambil bagian dalam membuat situasi menjadi kondusif, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pernyataan ini diungkapkan Ketua IKAL Babel Bambang Patijaya dalam Rakerda I IKAL Komprov Babel, Kamis (8/8/2019) di sekretariat mereka di Girimaya.

Kegiatan rakerda ini dihadiri oleh Kapolda Babel dan sekitar 49 orang yang terdiri dari pengurus IKAL Komprov Babel dan juga alumni Taplai Hipmi, alumni Taplai Kadin, serta alumni Taplai Reguler Babel 2017.

"Urusan pilpres sudah selesai, mari kita kembali bergandeng tangan untuk membangun bangsa, tidak ada lagi 01 atau 02, tapi yang ada adalah Sila Ke 3 Persatuan Indonesia," tegas Bambang.

Ia menjelaskan, pasca dua kali Pileg dan Pilpres 2014 dan 2019 bangsa kita seolah terdegradasi dalam 2 kelompok, entah itu dalam kelompok bilangan angka yaitu 01 dan 02.

Selain itu, ada lagi dalam golongan kelompok yg dinamakan Kecebong atau Kampret.

Hal ini sungguh tidak nyaman dan tidak bagus dampaknya karena nampak jelas polarisasi kekuatan dari dua kubu yang berkontestasi.

"Para pemimpin bangsa yang berkontestasi dalam pilpres, yaitu Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo pasca Sidang MK telah bertemu dan sepakat untuk membuat sejuk situasi dan fokus pada menjaga keutuhan bangsa," katanya.

Pada kesempatan tersebut Bambang mengungkapkan, menyikapi hasil survey dari emendagri yang di sampaikan pertengahan bulan Juli 2019 kemarin soal 60% penduduk Babel yang tidak hafal Pancasila sungguh mengejutkan.

"Persoalan kebangsaan memang bukan pada persoalan hafalan, tetapi ideologi Pancasila yang memberikan nafas pada setiap sendi kehidupan tentunya harus diketahui sila silanya oleh masyarakat khususnya di Babel. Sehingga jika ada data yang mengatakan 60% warga Babel tidak hafal Pancasila tentu ini menjadi perhatian bagi kita semua," jelas Bambang.

IKAL Komprov Babel menilai data survey ini merupakan suatu cambuk dan PR besar bagi semua stake holder yang ada di Babel.

"Kita perlu segera bekerja bagaimana mensosialisasikan Pancasila secara masif dan sistematif dengan cara baru yang mengena, sehingga angka "melek Pancasila" bisa meningkat," tegas Bambang.(Bangkapos.com/Iwan Satriawan)

Penulis: Iwan S (Wan)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved