Wiki Bangka

Kangen Masakan Jawa, Nikmati Kuliner Warteg Bahari Slawi Ayu yang Ramai Pembeli

Penikmat masakan khas Jawa tentu sudah banyak yang kenal dengan Warteg Bahari Slawi Ayu. Warteg ini jarang sekali sepi

Kangen Masakan Jawa, Nikmati Kuliner Warteg Bahari Slawi Ayu yang Ramai Pembeli
Bangkapos.com/Muhammad Nordin
Warteg Bahari Slawi Ayu di jalan Raden Abdulah, Kelurahan Opas, Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM-- Penikmat masakan khas Jawa tentu sudah banyak yang kenal dengan Warteg Bahari Slawi Ayu. Warteg ini jarang sekali sepi dan memiliki kalangan tersendiri apalagi di jam-jam tertentu.

Bagi penikmat makanan khas Jawa, disinilah tempatnya, mereka yang sudah lama merantau dan kangen dengan kampung halamannya bisa bernostagia di warteg yang beralamat di jalan Raden Abdulah, Kelurahan Opas, Pangkalpinang.

Menu-menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ikan goreng, hingga sayur tumisan seperti kangkung, kacang, kecambah, daun ubi hingga tempe dan tahu bacem.

Nasi rames di Warteg Bahari Slawi Ayu di jalan Raden Abdulah, Kelurahan Opas, Pangkalpinang
Nasi rames di Warteg Bahari Slawi Ayu di jalan Raden Abdulah, Kelurahan Opas, Pangkalpinang (Bangkapos.com/Muhammad Nordin)

Ada juga menu spesial, yakni soto ayam dan daging plus nasi, ikan mangut dengan bumbu tradisional hingga ayam goreng sambal jebret di tambah kerupuk khas Jawa.

Warteg ini terbilang sederhana, makanan diambil sendiri oleh pengunjungnya sesuai selera, tempat duduk dan meja makannya dibiarkan memanjang sehingga pengunjung saling berhadapan.

Ruang makannya dibiarkan terbuka, tidak bersekat dengan kipas angin menempel di dinding, televisi yang berada di ruang makan selalu dihidupkan sehingga penikmatnya betah berlama-lama.

Warteg Bahari Slawi Ayu di jalan Raden Abdulah, Kelurahan Opas, Pangkalpinang
Warteg Bahari Slawi Ayu di jalan Raden Abdulah, Kelurahan Opas, Pangkalpinang (Bangkapos.com/Muhammad Nordin)

"Ini masakan Jawa semua, ada tahu dan tempe bacem, kerupuk juga, tumisan sayur itu, ikan air tawar dan sebagainya," sebut pemilik warteg, Nurhasanah.

Jika datang saat makan siang, tempat ini selalu dipenuhi pengunjung, mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat pemerintah menyenangi masakannya.

"Suasananya seperti inilah, dari dulu sampai sekarang sudah buka belasan tahun, sederhana saja, yang penting pengunjung menikmati masakannya dan puas," ungkap Nurhasanah. (Bangkapos.com/Nordin)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved