Berita Sungailiat

Komisi III DPRD Bangka Minta DLH Selidiki IPAL Pabrik Dekat Sungai yang Tercemar

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangka, Hendra Yunus mengungkapkan matinya sejumlah ikan di perairan menjadi perhatian pihaknya

Komisi III DPRD Bangka Minta DLH Selidiki IPAL Pabrik Dekat Sungai yang Tercemar
Bangkapos/Riki Pratama
Aliran Sungai Jeruk, Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat yang diduga juga tercemar, foto diambil, Kamis (8/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangka, Hendra Yunus mengungkapkan matinya sejumlah ikan di perairan menjadi perhatian pihaknya, dan secepatnya akan mencari tahu penyebab peristiwa tersebut.

Selain itu, mereka juga akan berupaya melihat kondisi Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dari pabrik-pabrik yang berada di daerah sekitaran aliran sungai dimaksud. Dengan harapan pihak pabrik memiliki sarana IPAL yang baik.

"Terkait hal dimaksud, kita belum bisa mengambil kesimpulan penyebabnya, kita minta Dinas Lingkungan Hidup agar secepatnya melakukan proses penelitian sampel air sungai, dan hal-hal lain yang diperlukan dalam memastikan penyebab pencemaran sungai, apakah ada unsur kesengajaan masyarakat sekitar atau merupakan pencemaran dari limbah pabrik," jelas Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangka, Hendra Yunus, Jumat (9/8/2019).

Menurut Hendra hal ini tidak bisa didiamkan karena akan menghancurkan ekosistem dan habitat ikan di perairan sungai.

"Insya Allah kita juga akan berkoordinasi dan minta DLH dalam upaya peningkatan pengawasan apabila kemungkinan disinyalir ada penyebab dari limbah pabrik, akan tetapi kita tidak bisa menuduh sebelum ada hasil laboratorium," lanjutnya.

Tetapi, sambunganya apabila memang itu terbukti harapan pihak DPRD, Dinas Lingkungan Hidup dapat melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku, agar tidak terjadi lagi dikemudian hari.

"Kami juga dari komisi tiga insya Allah akan mengupayakan ke depan untuk melihat kondisi Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dari pabrik-pabrik yang berada di daerah sekitaran aliran sungai dimaksud. Dengan harapan mudah mudahan pihak pabrik di wilayah aliran sungai memiliki sarana IPAL yang baik sehingga dapat memenuhi baku mutu air limbah sesuai standar yang telah ditetapkan," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya banyaknya ikan mati secara tiba-tiba di aliran sungai Jeruk, Desa Zed, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka membuat heboh masyarakat Desa beberapa hari terakhir ini.

Sekretaris Desa Zed, Budi Kurniawan, mengatakan, banyak warga menginformasikan terkait tercemarnya sungai, mereka mengeluhkan terkait banyaknya ikan mati di aliran sungai Jeruk yang belum tahu apa penyebabnya.

Sementara Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Pemkab Bangka, Insyira Subagia, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air sungai sebanyak satu jerigen ukuran lima liter.

Pengambilan sampel tersebut dilakukan karena adanya laporan terkait pencemaran aliran Sungai Payak Benua ke Desa Labu yang menemukan banyak ikan mati, termasuk di aliran sungai Jeruk Desa Zed.

"Ada laporan dari pihak Kecamatan kepada kepala dinas kami, kami dari Lingkungan Hidup langsung menindak lanjuti dengan pergi ke lokasi yang terkena dampak pencemaran tersebut,"ungkap Insyira kepada wartawan, Kamis (8/8/2019).

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved