Berita Bangka Barat

Suryadi Laporkan Penyelenggara Pemilu di Babel ke Bareskrim Polri dan DKPP

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Betinten laporkan penyelenggara pemilu di Babel, Bawaslu dan KPU Babel ke Bareskrim Mabes Polri, Jumat (8/8/2019).

Suryadi Laporkan Penyelenggara Pemilu di Babel ke Bareskrim Polri dan DKPP
Bangka Pos / Hendra
Ketua LSM Betinten, Suryadi saat berada di Bareskrim Polri melaporkan dugaan pelanggaran pidana penyelenggaran pemilu di Babel, Jumat (8/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Betinten laporkan penyelenggara pemilu di Babel, Bawaslu dan KPU Babel ke Bareskrim Mabes Polri, Jumat (8/8/2019).

Ketua LSM Betinten, Suryadi kepada bangkapos.com mengakui sudah membuat laporan resmi ke Bareskrim Polri.

"Yang kita laporkan ini caleg yang diduga melanggar dan memalsukan keterangan dalam dokumen, kemudian keterlibatan penyelenggara pemilu, Bawaslu dan KPU Babel," ujar Suryadi kepada bangkapos.com, Sabtu (9/8/2019).

Dia menjelaskan untuk caleg yang dilaporkan terkait memalsukan keterangan dalam SKCK. Caleg tersebut merupakan mantan narapidana tetapi di dalam SKCK yang dikeluarkan Polres Bangka Barat tidak pernah terlibat pidana.

Sementara itu untuk penyelenggara pemilu, yakni Bawaslu Babel dan KPU Babel, dilaporkan kuat dugaan ada keterlibatan dan pemufakatan jahat.

"Mereka (Bawaslu dan KPU Babel) tahu dokumen SKCK dan keterangan yang dikeluarkan pengadilan kepada caleg atas nama pak Ar itu ada yang tidak benar dengan faktanya. Sudah ada upaya mediasi, tetapi mengapa tetap saja diloloskan. Jadi kita lihat sudah jelas keterlibatan mereka," ujar Suryadi.

Suryadi menegaskan, upaya LSM Betinten sebelumnya sudah juga melaporkan ke Bawaslu Babel dan KPU Babel terkait permasalahan ini. Akan tetapi tidak ada tanggapan serius untuk menyelesaikan masalah dugaan pemalsuan keterangan dalam dokumen caleg.

"Karena tanggapannya tidak memuaskan, makanya kita laporkan saja ke Bareskrim," pungkas Suryadi.

Tak hanya ke Bareskrim Polri, kata Suryadi. Dia juga hari ini akan mendatangi langsung DKPP untuk melaporkan para komisioner Bawaslu Babel dan KPU Babel.

Laporan ke DKPP, Bawaslu dan KPU Babel diduga tidak netral, bersekongkol meloloskan caleg yang memiliki dokumen syarat caleg diduga keterangannya palsu dan melanggar kode etik.

"Hari ini kita akan diverbal (di BAP) penyidik Bareskrim, siangnya baru rencananya ke DKPP," kata Suryadi.

Suryadi berharap dengan adanya laporan ini bisa jadi pembelajaran bagi penyelenggara pemilu di Babel. Laporan ini juga dilakukannya agar demokrasi di Bangka Belitung dapat terjaga dan jauh dari kecurangan.

"Sama-sama kita kawal proses berdemokrasi yang jujur, bersih dan bebas dari kecurangan. Ini saya lakukan supaya jadi pembelajaran buat penyelenggara pemilu di Bangka Belitung ini," tandas Suryadi.

(Bangka Pos /Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved