Kemenko Maritim Siap Fasilitasi Pembicaraan Pemanfaatan Pelabuhan Muntok

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur, Dr. Ir. Ridwan Jamaluddin, M. Sc

Kemenko Maritim Siap Fasilitasi Pembicaraan Pemanfaatan Pelabuhan Muntok
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Tinjauan kawasan pelabuhan Mentok oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman lewat Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur, Dr. Ir. Ridwan Jamaluddin, M. Sc bersama dengan Bupati Bangka barat, Markus, SH 

Kemenko Maritim Siap Fasilitasi Pembicaraan Pemanfaatan Pelabuhan Muntok

MUNTOK - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur, Dr. Ir. Ridwan Jamaluddin, M. Sc bersama dengan Bupati Bangka barat, Markus, SH meninjau kawasan pelabuhan Muntok di Bangka Barat, Sabtu sore, (10/08).

Tinjauan tersebut untuk memastikan sejauhmana keberadaan pelabuhan Muntok yang saat ini dikuasai PT. Pelindo II benar-benar dioptimalkan untuk menggerakkan roda perekonomian di sekitar. Namun fakta di lapangan, Kemenko Maritim menemukan ternyata pelabuhan Muntok belum dimaksimalkan dengan baik.

"Sejak dulu pelabuhan Muntok ini kondisi fisiknya menurun tapi kegiatan ekonomi masih cukup potensial di sini. Terakhir saya tanya ke Pelindo II sebagai BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan dan pengembangan pelabuhan, mereka siap berdiskusi tentang ini, tinggal Pemkab Bangka Barat menyiapkan skema usulan kerjasama seperti apa yang mau ditawarkan ke Pelindo II. Yang paling penting dicapai adalah kesepakatan saling menguntungkan, dimana secara bisnis Pelindo II mendapat manfaat lebih banyak, namun di sisi lain dari sisi pemerintah daerah juga memberikan pelayanan publik yang lebih baik," jelas Ridwan.

Karena itu, sambung Ridwan, Kemenko Maritim Bidang Koordinasi Infrastruktur siap memfasilitasi pembicaraan soal pemanfaatan pelabuhan Muntok.

"Kami akan mengundang Pemkab Bangka Barat, Pelindo II, Kemenhub juga KKP untuk membicarakan pengembangan kawasan pelabuhan Muntok ini. Kita akan berdiskusi, mencari pola kerjasama yang pas dan saling menguntungkan. Prinsipnya pemerintah bertujuan meningkatkan pemanfaatan aset yang ada, demi kemajuan pembangunan wilayah dan manfaat sebesar-besarnya untuk kemaslahatan rakyat," tukas Ridwan.

Menurut Ridwan, pengembangan atau peningkatan status pelabuhan yang selama ini dikuasai Pelindo II namun belum dioptimalkan penting dilakukan mengingat paradigma kemaritiman yang selama kurun waktu 5 tahun belakangan menjadi fokus pemerintah.

"Paradigmanya memang kemaritiman. Kita sering bertanya, sudah sejauhmana capaian program kemaritiman itu yang sedang dikebut Kemenko Kemaritiman di akhir pemerintahan ini. Bangka Belitung sejauh pengetahuan saya, dulu mendeklarasikan diri sebagai provinsi kemaritiman, dan Bangka Barat ini urat nadinya harus maritim, karena itu wahana konektifitasnya harus laut," tegasnya.

Bupati Bangka Barat, Markus SH mengaku pihaknya siap jika Pelindo II menghibahkan atau mengajak kerjasama untuk pemanfaatan/pemulihan kawasan pelabuhan Muntok tersebut.

"Yang penting sekarang statusnya dulu harus jelas, mau dihibahkan atau dikerjasamakan. Kalau sudah deal, kita akan tata ulang tentunya dengan kerjasama yang saling menguntungkan," jelas Bupati Markus.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved