Idul Adha 2019

Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Id pada Hari Raya Idul Adha, Ini Bedanya dengan Shalat Idul Fitri

Selain menyembelih hewan kurban, umat muslim di seluruh dunia akan melaksanakan salat Id pada tanggal 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah, Minggu (11/8/2019).

Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Id pada Hari Raya Idul Adha, Ini Bedanya dengan Shalat Idul Fitri
Bangkapos.com/Dok
Jamaah Salat Idul Adha 1436 H mendengar khutbah setelah Salat Id di halaman Kantor Gubernur Bangka Belitung, Kamis (24/9/2015). 

BANGKAPOS.COM - Selain menyembelih hewan kurban, umat muslim di seluruh dunia akan melaksanakan salat Id pada tanggal 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah, Minggu (11/8/2019).

Berikut tata cara salat Idul Adha sebagaimana dilansir Bangkapos.com dari Muslim.or.id:

1. Dimulai dengan takbiratul ihram, seperti Salat yang lainnya.

2. Pada rakaat pertama ditambah takbir tambahan (zawaaid) sebanyak 7 kali selain takbiratul ihram.

3. Pada rakaat kedua ditambah takbir sebanyak lima kali.

4. Dibolehkan mengangkat tangan ketika takbir tambahan sebagaimana yang dicontohkan sahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma.

5. Tidak ada dzikir khsusus yang dibaca diantara takbir. Namun terdapat riwayat dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Beliau mengatakan : “Di antara takbir, hendaklah memuji Allah”.

6. Setelah selesai takbir tambahan, kemudian membaca Al Fatihah dan surat pilihan

7. Dianjurkan untuk membaca suarat Qaaf pada rakaat pertama dan surat Al Qamar pada rakaat kedua. Atau bisa juga membaca surta Al A’laa dan Al Ghasiyah.

Selengkapnya simak penjelasan berikut:

1. Lafaz niat salat Id pada hari raya Idul Adha:

أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Pada rakaat pertama, setelah niat kemudian takbiratul ihram, lalu dilanjutkan membaca doa iftitah, kemudian takbir lagi hingga tujuh kali.

Di antara takbir-takbir itu disunahkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau baca kalimat berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Jamaah Shalat Idul Adha 1439 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (22/8/2018).
Jamaah Shalat Idul Adha 1439 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (22/8/2018). (SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR)

3. Surat al-Fatihah

Membaca al-Fatihah setelah takbir.

Kemudian dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah.

Setelah itu ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

4. Takbir Lima Kali pada Rakaat Kedua

Saat posisi berdiri di rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan.

Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan seperti yang dijelaskan pada poin dua.

Berlanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

5. Anjuran setelah Salam

Setelah salam sehingga shalat Id selesai, jamaah dianjurkan tak buru-buru pulang, untuk mendengarkan khutbah Idul Adha hingga selesai.

Dilansir dari rumahfiqih.com, ada beberapa kesamaan dalam teknis pelaksanaan salat Id pada hari raya Idul Adha dan Idul Fitri, di antaranya:

- Jumlah rakaat sama-sama dua, rakaat pertama dengan 7 takbir dan rakaat kedua dengan 5 takbir.

- Bacaan di antara takbir

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

(Subhanallah wal hamdulillah wa laailaaha illallah wallahu akbar)

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

- Tidak didahului Adzan dan Iqamat.

- Tidak Disyariatkan Shalat Sunnah Sebelum dan Sesudah.

- Disunnahkan Ada Khutbah Sesudahnya.

- Dianjurkan Untuk Dihadiri Oleh Semua Kalangan (termasuk perempuan yang sedang haid dianjurkan pergi ke tempat pelaksanaan salat ied).

-Dikerjakan di waktu Dhuha.

Selain persamaan dalam teknik pelaksanaannya, ada juga perbedaan tentang sunah yang dilakukan sebelum dan sesudah salat Idul Adha dan Idul Fitri.

1. Niat

Warga melaksanakan sholat Ied idul Adha di Lapangan Taman Sari Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (22/8/2018).
Warga melaksanakan sholat Ied idul Adha di Lapangan Taman Sari Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (22/8/2018). (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Berikut niat salat Idul Adha

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَالَى

Ushallî sunnata-li ‘îdil adl-hâ rak‘ataini mustaqbilal qiblati (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘ala.”

2. Waktu pelaksanaan

Shalat Idul Adha dianjurkan untuk dilaksanakan lebih awal atau lebih pagi dibandingkan shalat Idul Fitri.

Dasarnya adalah hadits Nabi SAW :

أنَّ رَسُول اللَّهِ كَتَبَ إِلَى بَعْضِ الصَّحَابَةِ : أَنْ يُقَدِّمَ صَلاَةَ الأْضْحَى وَيُؤَخِّرَ صَلاَةَ الْفِطْرِ

Bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kepada beberapa shahabatnya untuk memajukan waktu shalat Adha dan mengakhirkan waktu shalat fithr. (HR. Asy-Syafi'i).

3. Takbir

Takbiran pada hari raya Idul Fitri dimulai dari setelah magrib pada akhir ramadhan hingga sebelum sholat Ied pada 1 Syawal.

Sedangkan Idul Adha dimulai dari setelah shubuh pada hari arofah (9 Zulhijjah) hingga akhir hari tasyriq (13 Zulhijjah) menjelang Ashar.

Dikutip dari Batumedia.com, berikut lafadz takbiran

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

"Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd"

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia, "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah"

Nah untuk yang lafadz takbiran versi terlengkap, dapat melihat tulisan Arab, bahasa latin dan arti selengkapnya dalam bahasa Indonesia di bawah ini.

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Tulisan takbiran berbahasa latin:

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..

Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.

Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...

wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.

Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu

Mukhlishiina lahuddiin

Walau karihal - kaafiruun

Walau karihal munafiqun

Walau karihal musyriku

Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah.

Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

Allaahu akbar walillaahil - hamd

4. Makan sebelum salat ied

Sebelum sholat idul fitri dianjurkan untuk memakan sesuatu.

Sedangkan Sebelum sholat idul adha disunahkan untuk tidak memakan sesuatu kecuali setelah sholat.

5. Puasa setelah Idul Fitri dan Idul Adha

Setelah melaksanakan salat ied di hari raya idul fitri tanggal 1 Syawal, umat Islam disunahkan melaksanakan puasa syawal selama enam hari.

Namun, hal itu berbeda untuk hari raya Idul Adha.

Setelah Idul adha yang dirayakan pada tanggal 10 Zulhijah, maka tiga hari setelahnya, yakni 11, 12 dan 13 adalah hari tasyrik.

Pada hari tasyrik umat Islam dilarang untuk berpuasa, karena itu merupakan hari makan dan minum.

Dalam hadits disebutkan:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141). 

Umat Islam di Kota Pangkalpinang melaksanakan salat id Idul Adha 10 Dzulhijjah 1436 H, pada Kamis (24/9/2015) pagi, di Alun alun Taman Merdeka.
Umat Islam mendengarkan khutbah seusai salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1436 H di Alun-Alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (24/9/2015) pagi. (Bangkapos.com/ Riki Pratama)

6 Adab Rayakan Idul Adha Sesuai Tuntutan Nabi Muhammad SAW

Amalan sunah di Hari Raya Idul Adha bukan saja perihal menyembelih hewan kurban.

Dikutip Bangkapos.com dari Serambinews.com, seorang da'i di Banda Aceh, Ustadz Harits Abu Naufal mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan umatnya bagaimana adab-adab saat merayakan Idul Adha.

Berikut adab-adab Hari Raya Idul Adha yang dirangkum Tribun Wow.com, Jumat (17/7/2019):

1. Mandi dan Berhias sebelum Salat Idul Adha

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad SAW selalu mandi sebelum berangkat Salat Id. 

Nabi Muhammad SAW juga mengenakan pakaian terbaiknya saat Hari Raya.

2. Tidak Makan sebelum Salat Idul Adha

Umat Islam disunnahkan untuk tidak makan hingga salat Idul Adha selesai dilakukan.

Namun, saat salat Idul Fitri, umat Islam disunahkan untuk makan terlebih dahulu.

Hal itu sesuai dengan Hadist Riwayat Tirmidzi:

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah keluar pada Hari Raya Idul Fitri sampai beliau makan dan tidaklah beliau makan pada Hari Raya Idul Adha sampai selesai salat".

3. Jumlah Rakaat Salat Idul Adha

Baik salat Idul Adha maupun salat Idul Fitri berjumlah dua rakaat.
Ibnu Abbas berkata, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam keluar untuk Salat Ied Fitri (termasuk di dalamnya Idul Adha), beliau Salat dua rakaat.

Namun, Nabi Muhammad SAW tidak mengerjakan salat sebelumnya ataupun sesudahnya.

Kendati demikian, jika salat dilakukan di dalam masjid, maka umat Muslim disunahkan untuk melaksanakan salat Tahyatul Masjid.

4. Memperbanyak Takbir di Hari Raya Idul Adha

Takbir Hari Raya Idul Adha terbagi menjadi dua, yaitu takbir yang tidak terikat waktu dan takbir muqayyad atau takbir yang terikat waktu.

Takbir yang terikat waktu dilakukan saat 1 Dzulhijjah hingga waktu Ashar pada 13 Dzulhijjah.

Sedangkan, takbir muqayyad dilakukan setelah selesai Salat lima waktu yang dimulai pada 10 Dzulhijah sampai salat Ashar di hari ke-13 Dzulhijjah.

5. Mengucapkan Selamat (tahniah) pada saat Hari Raya

Diriwayatkan oleh Jubair bin Nufair, Nabi Muhammad SAW memberikan ucapan pada sesama saat Hari Raya.

6. Jalan Menuju Tempat Salat Idul Adha

Saat Salat Hari Raya, baik Salat Idul Adha dan Idul Fitri hendaklah menempuh jalur yang berbeda antara pulang dan pergi.

Jabir mengabarkan, Nabi Muhammad SAW selalu menempuh jalur pulang yang berbeda dengan jalur ketika ia berangkat. (*)

Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Jelang Idul Adha Hapus Dosa Setahun yang Lalu dan Tahun Berikutnya

Idul Adha 2019 - Bolehkah Menyimpan Daging Qurban dan Menyembelih Sendiri Hewan Kurban?

Idul Adha 1440 H - Hukum Ibadah Kurban, Penyembelihan Hewan Kurban Hingga Anjuran Tak Potong Rambut

Idul Adha 2019 - Bolehkah Bayar Upah Sembelih dengan Kepala Hewan Kurban? Ini Kata Syeikh Ali Jaber

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved