Horizzon

Terlilit Benang Kusut Harga Timah

Kita akan mengupas kondisi harga timah yang belakangan terus merosot. Sementara saat ini kita berstatus sebagai negara penghasil

Terlilit Benang Kusut Harga Timah
Istimewa/ TKS
Kegiatan ekspor di gudang TKS Pangkalbalam. 

TIKUS mati di lumbung padi. Peribahasa tersebut tentu terkesan memaksakan untuk apa yang akan kita bahas kali ini. Namun setidaknya frasa tersebut boleh untuk menjadi pengganti kata “Ironis” yang mungkin terkesan terlalu telanjang.

Kita akan mengupas kondisi harga timah yang belakangan terus merosot. Sementara saat ini kita berstatus sebagai negara penghasil timah terbesar setelah China.

Meski menempati posisi kedua, namun di pasar timah dunia, Indonesia memiliki peran strategis dengan produksi rata-rata per tahun mencapai 80 metrik ton per tahun. 

China memang memiliki produksi 125 ribu metrik ton per tahun, namun jumlah tersebut masih belum mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri mereka. Sementara rata-rata per tahun mengeskpor timah sebesar 75 riu metrik ton per tahun.

Angka ini tentunya menjadikan Indonesia berstatus sebagai negara yang sangat berpengaruh di pasar timah dunia. Dengan hukum ekonomi sederhana, Indonesia bisa menentukan harga pasar timah cukup dengan mengontrol suplay timah di pasar timah dunia.

Namun pada kenyataannya, ilmu sederhana ini tak digunakan sehingga lagi-lagi Indonesia sebagai pengahsil timah terbesar dunia, seperti tak punya kuasa atas harga timah

Data akurat menyebutkan, pada 2014 kita mampu memproduksi 54.465,46 metrik ton timah ke pasar dunia. Berikut pada 2015 meningkat menjadi 69.853,23 metrik ton, 2016 tercatat sebesar 63.113,20 metrik ton.

Memasuki 2017 angkanya kembali melonjak di 78.241,03 metrik ton, 2018 di angka 75.563,27 metrik ton dan hingga Juli 2019, kita sudah menorehkan catatan di angka 39.635 metrik ton.

Namun saat melihat daftar harga jual timah pada kurun waktu yang sama, situasinya sungguh mengherankan. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kita sama sekali tidak menerapkan hukum ekonomi sederhana.

Kita coba untuk buka arsip harga timah di pasar dunia sejak 2014 yang mencatatkan angka USD 22.312 per metrik ton. Tahun 2015, harga timah rontok di anagka USD 16.522 per metrik ton dan merangkak naik di tahun 2016 dengan torehan angka USD 18.084 per metrik ton.

Halaman
12
Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved