VIDEO: Kejati Babel Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Proyek PJU Belitung & Beltim

Setelah dilakukan penyelidikan hingga kini naik ke tahap penyidikan pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel)

BANGKAPOS.COM,BANGKA -  Setelah dilakukan penyelidikan hingga kini naik ke tahap penyidikan pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) menetapkan sedikitnya 3 orang tersangka terkait perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Kabupaten Belitung & Belitung Timur (Beltim) tahun anggaran (TA) 2018 senilai Rp 2,9 M lebih.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan segala macam dokumen. Nah ini sudah ada penetapan tersangkanya dan hari ini sudah dikeluarkan surat penyidikan yang sidah ada nama tersangkanya kasus PJU," ungkap Kepala Kejati Babel, Aditya Warman SH MH melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel, Edi Ermawan SH MH didampingi Kasi Penyidik Pidsus Kejati Babel, Himawan SH MH saat menggelar konferensi pers, Senin (12/8/2019) di ruang kerjanya.

Dijelaskanya, 3 orang tersangka yang tersandung dalam kasus kegiatan proyek PJU tersebut.
"SW selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK --red), Candra dia bersama Hidayat. Nah Hidayat ini selaku direktur perusahaan yang mendapat pekerjaan itu," kata Edi.

Kembali ditegaskanya khususnya seorang tersangka bernama Candra ada keterlibatannya dalam pelaksanaan proyek PJU Belitung & Beltim 2018 tersebut lantaran Candra bekerja sama dalam pelaksanaan proyek itu dengan Hidayat selaku pimpinan perusahaan yang memenangkan proyek PJU di 2 kabupaten itu (Belitung & Beltim).

Sebelumnya Kajati Babel, Aditya Warman SH MH di hadapan wartawan mengatakan jika dalam perkara tipikor satu ini (PJU Belitung & Beltim 2018) diduga telah terjadi penyimpangan keuangan negara senilai proyek tersebut atau total lost.
Sebelum penetapan para tersangka itu, pihak Kejati Babel melalui tim Pidsus Kejati Babel baru-baru ini sempat melakukan giat penggeledahan terhadap kantor intansi ESDM Provinsi Babel terkait kasus proyek PJU tersebut.

Dari hasil penggeledahan sejumlah ruangan kantor intansi itu (ESDM) tim penyidik Pidsus pun saat itu berhasil menyita sedikitnya 1 koper besar berisikan dokumen atau berkas yang berhubungan dengan proyek PJU.

Sekedar diketahui proyek.PJU ini di bawah naungan intansi ESDM Provinsi Babel yang dikerjakan oleh PT PT Nicko Pratama Mandiri (NPM) TA 2019 sebanyak 100 titik di dua kabupaten (Belitung & Beltim).

Dalam pelaksanaan kegjatan proyek tersebut berdasarkan Surat Perjanjian Nomor : 671/1631.a/SP-PJUTS/ESDM/2018 tanggal 27 Agustus 2018 senilai Rp 2.983.141.627,40 (termasuk PPN).

Namun saat proses pelaksanaan lelang, sempat diikuti sejumlah peserta lelang, dan pemenang lelang dalam pengadaan PJU itu justru PT San Artha Utama de (SAU) dengan penawaran Rp 2.951.025.000.00, sedangkan PT NPM dengan penawaran Rp 2.983.140.000.00, deengan nilai HPS paket Rp 3 011.000.000.00, namun yang menjadi pemenang akhir malah PT NPM.

Sementara hasil pekerjaan proyek PJU ini dalam pelaksanaanya oleh pihak Kejati Babel diduga tidak sesuai spek.

(Bangkan Pos/Ryan A Prakasa)

Penulis: tidakada022
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved