4 Kisah Unik Ibadah Haji, Berangkat Pakai Sampan hingga Oleh-oleh Emas

Perjalanan ke tanah suci selalu menghadirkan cerita tersendiri. Dari tahun ke tahun, kisah ibadah haji selalu menarik perhatian khalayak.

4 Kisah Unik Ibadah Haji, Berangkat Pakai Sampan hingga Oleh-oleh Emas
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Masjidil Haram pada Selasa (16/7/2019) mulai dipadati jemaah haji dari berbagai negara. Pelaksanaan puncak haji 9 Dzulhijjah Wukuf di Arafah tahun ini jatuh pada 10 Agustus 2019. 

BANGKAPOS.COM--Perjalanan ke tanah suci selalu menghadirkan cerita tersendiri. Dari tahun ke tahun, kisah ibadah haji selalu menarik perhatian khalayak.

Tiap tahun pula, ibadah ini juga memberikan kesan tersendiri. Bahkan, pada perjalanan haji lampau, banyak kisah-kisah unik yang selalu hadir. Kompas.com mencoba merangkumnya dari pemberitaan Harian Kompas, seperti:

Berangkat dengan sampan

Cerita unik perjalanan haji datang dari Deli Serdang. Seorang penduduk desa nelayan di Tanjung Beringin pada ahun 1975 berangkat untuk melaksanakan ibadah haji dengan menaiki sampan.

Harian Kompas 4 Agustus 1975 memberiitakan, Sutan Hasyim nekat berangkat dengan menggunakan alat transportasi ini karena kesulitan biaya. Saat itu, profesinya sebagai nelayan tidak memungkinkan Sutan untuk pergi ke tanah suci dengan prosedur biasa.

//

Uniknya, perjalanan Sutan tersebut disponsori oleh Ketua Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Brigjen H.A Manaf Lubis.

Manaf menyatakan kesediaannya untuk mengirimkan surat kepada duta-duta besar RI di beberapa negara untuk memberitahukan maksud Sutan.

Sampan yang ia gunakan dilengkapi dengan peralatan khusus. Sutan memulai perjalanannya pada 15 Agustus 1975. Kepergiannya diiringi oleh ratusan masyarakat.

Namun sayang, perjalanan Sutan harus kandas saat sampan layarnya terhantam gelombang. Pemberitaan Harian Kompas 16 September menyatakan, sampan dengan panjang 6 meter dan lebar 2,5 meter itu pun hancur terkena ombak saat ia sedang berada di Thailand.

Setelah kejadian itu, Sutan pun langsung kembali ke kampung halamannya dengan menumpang kapal Tepian Nauli dari Malaysia.

Berjalan kaki ke Mekkah

Kisah unik saat perjalanan haji terjadi pada tahun 1965. Saat itu, seorang putra Indonesia bernama Ridwan melakukan perjalanan ibadah haji dengan berjalan kaki.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved