400 Pengajar PAUD Ikuti Workshop Pengenalan Keaksaraan

Sekitar 400 pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kota Pangkalpinang, hari ini, Selasa (13/8/2019) mengikuti kegiatan Workshop

400 Pengajar PAUD Ikuti Workshop Pengenalan Keaksaraan
bangkapos.com/m rizky
Workshop Pengenalan Keaksaraan Awal untuk Anak Usia Dini melalui Bermain. 

400 Pengajar PAUD Kota Pangkalpinang Ikuti Workshop Pengenalan Keaksaraan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekitar 400 pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kota Pangkalpinang, hari ini, Selasa (13/8/2019) mengikuti kegiatan Workshop Pengenalan Keaksaraan Awal untuk Anak Usia Dini melalui Bermain.

Menurut ketua panitia kegiatan ini Diah Mardiyati, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 14-16 Agustus 2019. Selain workshop, kegiatan ini juga membahas tentang Orientasi Teknis Pembelajaran Anak Usia Dini dengan MELESAT (Mathematic, Existance, Literacy, Engineering, Science, Art, Technology).

Acara yang diselenggarakan oleh K3P kota Pangkalpinang, yang bekerjasama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), dan Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) kota Pangkalpinang, yang mendatangkan narasumber dari Tim Sapu Lidi 12.

Diah berharap dari kegiatan ini, semua pendidik mampu meningkatkan kompetensinya, agar mampu memberi pendidikan dan stimulasi tumbuh kembang anak usia dini sesuai dengan usianya, dengan cara ya benar.

"Biar tidak ada malpraktek," ujar Diah, Selasa (13/8/2019) kepada Bangkapos.com

Ia juga berharap agar bagaimana agar tenaga pendidik mampu menngunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan untuk mendidik anak mengeksplor apa yang ada di sekitar mereka sebagai alat pembelajaran.

"Jadi nanti tidak ada lagi alasan para pendidik tidak mempunyai Alat Permainan Edukatif (APE), atau pun APEnya mahal,"

Diah menilai jika sejauh ini tenaga pendidik PAUD di kota Pangkalpinang sudah memiliki kompetensi yang cukup baik, namun para pendidik harus tetap mampu membuka mindset jika pendidikan tidak pernah berhenti dan selalu ada hal baru.

Sehingga jika para pendidik menginginkan anak-anak untuk hebat, maka pendidik harus menghebatkan diri sendiri terlebih dahulu.

(Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved