Ahli Waris Korban Boeing 737-8 Max Lion Air Dapat Ganti Rugi Rp 2 M Lebih, Ini Syarat Pencairannya

Boeing akan segera memberikan ganti rugi kepada korban jatuhnya pesawat 737-8 Max yang dioperasikan Lion Air dan Ethiopian Air.

Ahli Waris Korban Boeing 737-8 Max Lion Air Dapat Ganti Rugi Rp 2 M Lebih, Ini Syarat Pencairannya
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi menaburkan bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018) siang. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington mengabarkan, pihaknya telah memperoleh informasi bahwa Boeing, produsen pesawat 737-8 Max yang dioperasikan Lion Air dan Ethiopian Air, dan mengalami kecelakaan akan segera memberikan ganti rugi kepada korban jatuhnya kedua pesawat tersebut.

Nilai ganti rugi tersebut mencapai 145.000 dolar AS atau jika menggunakan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS di Rp 14.200, setiap ahli waris akan menerima ganti rugi sekitar Rp 2.059.000.000.

Duta Besar RI untuk AS, Mahendra Siregar melakukan konfirmasi kepada manajemen Boeing Company tentang rencana pendistribusian dana $50 juta untuk korban kecelakaan Boeing 737-8MAX dan penunjukan Kenneth Feinberg dan Camille Biros selaku pengacara Boeing Company untuk membangun, merancang, dan mengawasi pendistribusiannya.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah menugaskan Atase Perhubungan untuk melakukan komunikasi dan pertemuan kepada para pihak, termasuk pengacara yang ditunjuk oleh Boeing Company guna memperoleh kejelasan informasi” kata Mahendra Siregar dalam keterangan persnya, Selasa (13/8/2019).

Kenneth Feinberg dan Camille Biros telah ditunjuk Boeing untuk mendistribusikan $50 juta kepada 346 ahli waris korban kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-8 MAX secara merata.

Rinciannya, 189 ahli waris korban dari Indonesia dan 157 dari Ethiopia.

Dana sebesar $50 juta ini merupakan bantuan keuangan jangka pendek kepada ahli waris yang diperkirakan akan menerima US$145.000 per ahli waris dan hal ini di luar proses litigasi yang sedang berjalan.

Ini Persyaratannya

Persyaratan untuk memperoleh dana dimaksud, ahli waris harus membuktikan Surat Keterangan Ahli Waris yang sah sesuai hukum nasional masing-masing negara (Indonesia dan Ethiopia).

Dalam hal siapa yang akan menerima dana dari Boeing Company, dapat dilakukan dengan 2 (dua) kemungkinan.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved