Bupati Bangka Barat, Markus: Diversifikasi Produk Lada Tingkatkan Nilai Tambah

Bupati Bangka Barat, Markus SH, membuka acara Temu Pelaku Usaha Terkait Pemasaran Hasil Perkebunan di Gedung ABC Dinas PUPR

Bupati Bangka Barat, Markus: Diversifikasi Produk Lada Tingkatkan Nilai Tambah
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat, Markus, SH saat menghadiri acara Temu Pelaku Usaha Terkait Pemasaran Hasil Perkebunan 

MUNTOK - Bupati Bangka Barat, Markus SH, membuka acara Temu Pelaku Usaha Terkait Pemasaran Hasil Perkebunan di Gedung ABC Dinas PUPR, Selasa (13/8).

Dalam sambutannya, Markus meminta para petani dan pekebun yang tergabung dalam beberapa gabungan kelompok tani (Gapoktan) melakukan diversifikasi produk lada dengan tujuan meningkatkan nilai tambah.

"Lada adalah komoditas ekspor potensial di Indonesia karena merupakan penyumbang devisa terbesar setelah kelapa sawit, karet, dan kopi. Lada kita memang masih cukup potensial dikembangkan karena lahan yang sesuai untuk lada masih luas, serta adanya peluang melakukan diversifikasi produk guna meningkatkan harga produksi. Namun, saat ini sistem agribisnis lada masih hadapi kendala seperti teknolog yang masih konvensional, sistem pemasaran yang belum berpihak petani, juga ancaman dari negara pesaing," beber Markus.

Berbagai kendala tersebut, jelas Markus, juga mempengaruhi menurunnya harga lada. Karena itu, Markus menilai diversifikasi lada dapat menjadi solusi untuk menahan pelemahan harga di pasar global saat ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Bangka Barat, Megawati melaporkan, luas areal perkebunan lada di Bangka Barat 6.100,85 hektar dengan produktifitas 0,94 ton/ha/tahun.

"Jumlah ini masih ketinggalan dibanding Vietnam yang produktifitas ladanya 3 ton/ha/tahun. Ke depan untuk meningkatkan produktifitas dengan pengembangan perkebunan lada melalui perluasan tanaman lada 150 Ha, rehabilitasi tanaman 200 Ha, dan bantuan pupuk untuk lada seluas 100 Ha bagi 6 kecamatan yang dananya bersumber dari APBN-TP," jelas Megawati.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved