Berita Pangkalpinang

Muhamad Mehdi Sebut Dalam Setahun Ini Barang Sitaan/Rampasan Negara yang Dititip di Rupbasan Minim

Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) merupakan tempat barang-barang atau benda yang disita oleh negara untuk keperluan proses peradilan.

Muhamad Mehdi Sebut Dalam Setahun Ini Barang Sitaan/Rampasan Negara yang Dititip di Rupbasan Minim
Bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Gedung Kantor Rupbasan Kelas II Pangkalpinang terletak di lingkungan Air Kepala Tujuh, Kelurahan Tuatunu, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang.

BANGKAPOS.COM-- Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan)  merupakan tempat barang-barang atau benda yang disita oleh negara untuk keperluan proses peradilan.

Sejumlah benda disimpan di rupbasan  untuk keperluan barang bukti dalam pemeriksaan dalam tingkat penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan termasuk barang yang dinyatakan dirampas berdasarkan putusan hakim.

Namun diakui Kepala Rupbasan kelas II Pangkalpinang, Muhamad Mehdi  dalam waktu satu tahun lebih ini barang atau benda yang dititipkan oleh sejumlah intansi terkait relatif minim jumlahnya dibanding tahun-tahun sebelumnya justru jumlahnya lebih tinggi.

"Terhitung dalam kurun setahun lebih ini barang atau benda yang dititip di Rupbasan kita tidak begitu banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata  Mehdi saat ditemui Bangkapos.comdi kantornya, Selasa (13/8/2019).

Di dalam Pasal 44 KUHAP menurutnya, sudah jelas tentang fungsi dari rupbasan merupakan lembaga yang memiliki kewenangan penuh terhadap benda sitaan negara.

"Istilah rupbasan ini adalah pihak yang berada di posisi tengah-tengah yang tugasnya menjaga barang atau benda sitaan atau rampasan negara itu dalam kondisi aman,"  jelas Mehdi.

Namun demikian ditegaskanya dalam hal ini selain fungsi mengamankan barang/benda sitaan/rampasan negara, intansi rupbasan pun menurutnya menjalankan fungsi lainnya yakni melindungi hak-hak para pemilik benda yang disita oleh negara tersebut.

"Barang atau benda yang dititipkan di sini (rupbasan--red) kan ada sebagian milik pihak-pihak yang masih dalam proses hukum, jadi benda atau barang itu masih ada hak orang lain sebelum perkaranya dinyatakan telah inkra oleh majelis hakim," terang Mehdi. (Bangkapos.com/Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved