Berita Pangkalpinang

Fahran Anggota Paskibra Provinsi Babel Mengaku Rindu Dimarahi Orangtua

Fahran bergabung dengan 29 orang lainnya dari tujuh kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Fahran Anggota Paskibra Provinsi Babel Mengaku Rindu Dimarahi Orangtua
bangkapos.com/Bryan Bimantoro
Fahran Sauqih Panggabean. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dari kejauhan seorang laki-laki dengan tinggi 176 cm penuh keyakinan memimpin teman-temannya latihan baris berbaris. Dengan rambut plontos khas polisi, ia bersorak, "Berhentiiiii, Grak!".

Memiliki tubuh yang tegap dan tinggi menjadi beberapa modal utama laki-laki ini bisa masuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Fahran Sauqih Panggabean nama laki-laki itu, ia bersekolah di SMK Negeri 4 Pangkalpinang. Ketika sekolah ia sering menjadi petugas upacara di sekolahnya. Bermula dari sana ia terpilih oleh sekolah mengikuti seleksi di tingkat kota.

Di seleksi tingkat kota, terpilih delapan orang untuk mewakili ke tingkat provinsi, termasuk di antaranya Fahran. Berbagai seleksi dilalui oleh Fahran dan ketika dipastikan lolos ke tingkat provinsi, Fahran tak bisa menahan rasa bangganya.

"Sangat senang dan bangga bisa lolos ke provinsi," ujar Fahran saat ditemui bangkapos.com pada Rabu, (14/8/2019) di sela-sela latihannya.

Fahran bergabung dengan 29 orang lainnya dari tujuh kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mendapat pengalaman dan teman baru merupakan beberapa alasan Fahran berjuang untuk lolos menjadi anggota paskibra provinsi.

Selama latihan dari tanggal 27 Juli 2019 hingga sekarang, banyak suka duka yang telah Fahran rasakan. Dukanya adalah ketika Fahran mengaku rindu dimarahi oleh oran tuanya saat di rumah.

"Karena saat di rumah saya tidak pernah bisa rapi. Jadinya dimarahi,"ujar Fahran.

Fahran mengakui bahwa selama persiapan dan latihan paskibra ini banyak mendapatkan ilmu baru. Ia mampu menjadi rapi dan disiplin karena tuntutan dari kegiatannya ini.

"Sukanya di sini, saya dituntut untuk cepat, sampai ke urusan mandi. Di sini saya mandi hanya diberi waktu lima menit saja, sedangkan di rumah bisa sampai 30 menit," tambahnya.

Fahran yang baru berusia 16 tahun ini sangat bangga bisa bergabung dengan keluarga barunya ini. Ia berharap dengan ini bisa membanggakan orang tua dan sekolah.

"Semoga saya bisa memberikan kemampuan terbaik demi membanggakan orang-orang yang saya cintai," harap Fahran.

(bangkapos.com/Bryan Bimantoro)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved