Kriminalitas

Kasus Dugaan Kepemilikan Delapan Paket Sabu Masih Abu-Abu, Polisi Belum Terima Asesmen Puskesmas

Kasus dugaan kepemilikan delapan paket sabu yang melibatkan Ahend dan Aguan, belum menemukan titik terang.

Kasus Dugaan Kepemilikan Delapan Paket Sabu Masih Abu-Abu, Polisi Belum Terima Asesmen Puskesmas
Kompas.com
Ilustrasi sabu-sabu 

BANGKAPOS.COM-- Kasus dugaan kepemilikan delapan paket sabu yang melibatkan Ahend dan Aguan, belum menemukan titik terang.

Bahkan sampai saat ini keberadaan keduanya belum diketahui pasca dikenakan wajib lapor oleh pihak kepolisian.

Begitu juga EN dan HR terduga pelaku lain yang turut diamankan bersama Ahend dan Aguan. Namun keduanya belum pernah diperiksa ataupun dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Sama halnya dengan keberadaan YP terduga pemilik narkoba senilai puluhan juta rupiah tersebut. Sejauh ini tim gabungan Polsek Simpang Rimba dan Polres Baswel terus melacak keberadaan YP.

Kasat Narkoba Polres Bangka Selatan AKP Satriadi, menyebut belum ada titik terang terkait kasus dugaan kepemilikan narkoba senilai puluhan juta tersebut.

"Sementara belum ada perkembangan,"kata Satriadi singkat dalam pesan WhatsApp-nya, Rabu (14/8/2019) siang.

Disisi lain pihak Puskesmas Simpang Rimba, diketahui mengeluarkan rekomendasi asessmen rehabilitasi Ahend dan Aguan. Namun, assesmen tersebut di tolak pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Pangkalpinang, lantaran telah di assesmen oleh pihak Puskesmas Simpang Rimba.

Mirisnya sampai saat ini pihak kepolisian Polres Bangka Selatan, tidak pernah menerima surat tebusan ataupun dasar pihak puskesmas Simpang Rimba mengeluarkan asesmen tersebut.

"Kemarin kedua pelaku sempat dibawa dan akan di assesmen oleh pihak BNN Pangkalpinang, namun tidak diterima alasannya telah di assesmen pihak Puskesmas Simpang Rimba. Cuma sampai saat ini kami belum menerima hasil assesmen tersebut dari pihak puskesmas," tegas Wakapolres Bangka Selatan, Kompol Febrinato Haloho, belum lama ini.

Harian ini sempat menkonfirmasi Kepala Puskesmas Simpang Rimba Elsa. Awalnya Elsa, merespon ketika harian ini meminta tanggapannya soal asesmen yang dikeluarkan pihaknya terhadap Ahen dan Aguan.

Namun Elsa belum memberikan jawaban ketika disinggung dasar pihak puskesmas mengeluarkan asesmen. Dirinya berdalih tengah berada diluar kota.

Namun sepekan lebih berlalu, Elsa tak kunjung memberi jawaban terlait alasan serta dasar pihaknya mengeluarkan assesmen tersebut.

"Ada yang bisa saya bantu?? Maaf ya slow respon saya lagi diluar kota lagi ada kerjaan lagi di RS lagi ngurus keluarga saya," tulis Elsa dalam pesan WA, 2 Agustus 2018 lalu.

Diberitakan sebelumnya Ahend dan Aguan sempat di tangkap anggota Polsek Simpang Rimba terkait dugaan kepemilikan delapan paket sabu. Selain itu polisi juga sempat mengamankan EN dan HR. Sementara YP berhasil kabur.  (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved