Kelakuan Oknum Driver Ojol Surabaya yang Diduga Lecehkan Penumpangnya, 'Cari Tempat Sepi dan Gelap'

Oknum driver ojek online (ojol) Surabaya diduga lakukan pelecehan kepada penumpangnya.

Kelakuan Oknum Driver Ojol Surabaya yang Diduga Lecehkan Penumpangnya, 'Cari Tempat Sepi dan Gelap'
Tribunjatim.com/Willy Abraham
Oknum driver ojol, Fatchul Fauzy (27), di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (13/8/2019). Fatchul diduga lakukan pelecehan kepada penumpangnya 

BANGKAPOS.COM - Oknum driver ojek online (ojol) Surabaya diduga lakukan pelecehan kepada penumpangnya.

Saat kasus ini dirilis Polrestabes Surabaya, oknum driver ojol ini mengaku khilaf saat melakukan aksi asusila itu.

Tersangka diketahui bernama Fatchul Fauzy (27) warga Jalan Panjang Jiwo Lebar Surabaya. Kepada petugas, Fatchul mengaku baru pertama kali melakukan pelecehan itu.

//

Fatchul menuturkan ia mendatangi calon penumpang wanita dengan menggunakan motor yang tidak sesuai dengan yang tercantum di aplikasi.

Gigolo Ini Berang Korban Geleng Kepala Karena Tak Puas Seusai Berhubungan Badan

Saat itu, Fatchul mengendarai Yamaha Mio Soul W 3415 YA, sedangkan yang terdaftar di aplikasi, Yamaha Vixion.

//

Korban yang memiliki tujuan ke Jalan Kupang Krajan itu malah dibelokkan menuju Rusunawa, Sumur Welut, Lakarsantri pukul 20.30 WIB.

"Di situ tidak ada orang, cari tempat sepi. Di situ tidak ada lampu," ujar tersangka saat konferensi press di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (13/8/2019).

Korban yang berasal dari Malang mengetahui bahwa dia dibawa ke suatu tempat dan bertanya 'Kenapa mas kok dilewatkan jalan yang sepi'.

Saat ditanya motif, tersangka mengaku tidak tertarik dengan korban yang baru saja ditemuinya itu.

"Tidak tertarik, cuma khilaf," kata tersangka dengan nada kecil.

Dengan satu tangan, tersangka menggerayangi paha korban sebelah kiri.

Sontak korban loncat dan teriak sambil berlari ke arah kerumunan warga.

Melihat penumpangnya lari, bapak satu anak ini, langsung menghampiri korban yang menangis dan mengalami luka setelah meloncat.

Beruntung warga langsung menolong korban.

"Saya putar balik dan kejar, karena ingin mengantar sesuai tujuan," imbuhnya.

Diketahui, tersangka sudah setahun menjadi driver ojol di Surabaya.

Dia mengaku selama menjadi driver ojol, baru sekali melakukan pelecehan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, menyatakan sejak awal pelaku sudah memiliki niat kepada korban sehingga membelokkan penumpang ke arah yang sepi.

Saat itu, masyarakat yang menolong korban langsung memencet tombol panic button di aplikasi Jogo Suroboyo.

"Langsung kita tangkap kurang dari 24 jam di rumahnya," tegasnya.

Disinggung mengenai apakah tersangka memiliki kelainan, pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Kelainan atau tidak kita lakukan pemeriksaan secara psikiater," tutupnya.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis perbuatan tidak menyenangkan Pasal 335 KUHP ayat (1) dengan ancaman hukuman 1 tahun dan kejahatan terhadap kesusilaan Pasal 281 ayat (1) ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun.

Grab Tawarkan Layanan Psikososial ke Korban

Postingan viral Facebook akun Jemi Ndoen yang mengatakan ada seorang wanita jadi korban driver ojol di Surabaya.
Postingan viral Facebook akun Jemi Ndoen yang mengatakan ada seorang wanita jadi korban driver ojol di Surabaya. (FACEBOOK)

Grab Indonesia, operator ojek online, mengaku menawarkan layanan psikososial bebas biaya kepada korban pelecehan driver ojek online (ojol) di Surabaya.

Hal itu dilakukan setelah memutus kemitraan dengan driver ojol sang pelaku.

Layanan psikososial tersebut diberikan agar penumpang ojol asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang jadi korban itu, bebas dari trauma.

"Kami telah menghubungi penumpang yang bersangkutan untuk dukungan pemilihan psikososial tanpa biaya," kata kata Juru Bicara Grab Indonesia, Muhammad Haikal Umri, melalui rilis yang diterima Kompas.com (jaringan Surya.co.id), Selasa (13/8/2019) malam.

Lembaga layanan psikososial yang dipilih adalah lembaga yang direkomendasikan oleh Komnas Perempuan.

"Sejak 2018, Grab telah bermitra dengan Komnas Perempuan untuk pencegahan aksi kekerasan terhadap perempuan dan pelecehan serta rekomendasi pendampingan," ujar Haikal.

Kemitraan juga dalam hal pelatihan bagi mitra pengemudi, pembekalan untuk internal perusahaan dan pembentukan tim khusus penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Sebelumnya diberitakan, seorang penumpang perempuan pada Minggu (11/8/2019) malam dikabarkan mengalami pelecahan seksual oleh driver ojek online.

Penumpang tersebut langsung meloncat dari motor saat mengalami pelecehan yakni digerayangi.

Akun Facebook @Jemi Ndoen memosting kejadian itu pada Senin (12/8/2019).

Tak lama, driver ojol tersebut diamankan oleh tim Jatanras Polrestabes Surabaya di rumahnya di Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya.

Pelaku diamankan bersama barang bukti seperti jaket, motor, ponsel, STNK dan aplikasi Ojol.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengakuan Oknum Driver Ojol Surabaya yang Diduga Lecehkan Penumpangnya, 'Cari Tempat Sepi dan Gelap'
Penulis: Willy Abraham

Editor: khamelia
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved