Berita Sungailiat

Keluarga Uud Berharap Ada Keadilan

Kasus pencabulan diduga dilakukan oleh terdakwa Uud Apriliansyah, terhadap seorang siswi SMPN di Sungailiat, masih dalam proses persidangan

Keluarga Uud Berharap Ada Keadilan
TribunJogja
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM-- Kasus pencabulan diduga dilakukan oleh terdakwa Uud Apriliansyah, terhadap seorang siswi SMPN di Sungailiat, masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Sungailiat.

Sidang lanjutan dengan agenda vonis oleh majelis hakim, dijadwalkan akan digelar pada Selasa, (20/8/2019) mendatang. Pihak keluarga Uud berharap adanya keadilan dalam kasus ini, karena menganggap Uud tidak seperti yang dituduh dalam kasus tersebut.

"Kami menuntut keadilan atas kasus ini. Tunjukkan apa yang benar dan apa yang salah sebenar-benarnya. Proses sidang masih berlangsung, dijadwalkan vonis Selasa nanti," ujar Cecilia, kakak Uud saat mendatangi Kantor Harian Pagi Bangka Pos, pada Rabu, (14/8/2019).

Kedatangan Cecilia didampingi abangnya, untuk meluruskan terhadap pemberitaan di Bangkapos.com maupun koran Bangka Pos.

Seperti yang tayang di online edisi 1 Maret 2019 dengan judul 'Oknum Guru Honor SMPN Sungailiat Bangka Cabuli Siswi'.

Dalam berita itu disebutkan bahwa terungkapnya kasus ini ke publik karena beredarnya foto pelaku dan korban yang viral di media sosial. Cecilia menyangkal soal foto tersebut. Karena dalam persidangan, menurut Cecilia, mereka tidak dapat menujukkan foto itu.

"Tidak benar ada foto yang di berita itu disebut viral. Jika pun ada silakan tunjukkan foto itu dipersidangan," tutur Cecilia.

Selain itu, dalam berita online Bangkapos.com tayang 8 Juli 2019 dan dimuat di koran Bangka Pos edisi 9 Juli 2019 disebutkan waktu kejadian dalam berita tertulis, 'Perbuatan itu diduga terjadi pada Februari 2019'. Namun, menurut Cecilia, dalam persidangan korban menyebutkan bulan Desember 2018.

Kemudian ada juga tayangan video youtube, yang dianggapnya tidak sesuai dengan isi berita.

"Ada banyak yang janggal dari kasus ini. Kami baru belakangan ini untuk klarifikasi terkait pemberitaannya, karena kami mau lihat persidangannya, ternyata ada yang tidak nyambung dari yang sudah diberitakan," tukasnya.

Ia berharap bahwa kasus adiknya ini tidak berlarut-larut. Pihak keluarga Cecilia menyayangkan fitnah yang dituduhkan kepada Uud. Pihak keluarga mengetahui benar perilaku Uud sehari-hari, tidak mungkin berbuat seperti itu.

Cecilia juga menyayangkan tidak adanya upaya mediasi dari pihak sekolah, meskipun dirinya sudah berupaya ke dinas terkait, agar ada mediasi.

"Profesi guru seharusnya dihargai dan dilindungi. Bukan main langsung lapor. Pihak sekolah seharusnya mendengar keterangan dari kedua pihak baru bisa menentukan langkah selanjutnya," sesal Cecilia.(Bangkapos.com/CR1)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved