Launching Kampung GISA, Bupati Markus Ingin Masyarakat Bangka Barat Tertib Administrasi

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Disdukcapil melaksanakan launching Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan

Launching Kampung GISA, Bupati Markus Ingin Masyarakat Bangka Barat Tertib Administrasi
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat Markus SH berfoto bersama masyarakat sadar Administrasi dusun Rumpis, Desa Berang Kec. Simpang Teritip 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melaksanakan launching Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Dusun Rumpis, Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Selasa (13/8).

Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) merupakan program pemerintah Republik Indonesia untuk mendorong penduduk agar tertib dan melengkapi diri dengan adaministrasi kependudukan.

Pemda Bangka Barat pun memaksimalkan program pusat ini dengan membentuk program Kampung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). Kampung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) dibuat sebagai embrio menuju masyarakat Bangka Barat tertib administrasi.

Launching Kampung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Dusun Rumpis ini dibuka Bupati Bangka Barat Markus didampingi Plt. Kepala Dukcapil Iduwan, para Pimpinan Perangkat Daerah, para Camat se-Bangka Barat, Kadus dan Kades se-Kecamatan Simpang Tertitip dan masyarakat Dusun Rumpis.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bangka Barat Markus mengatakan pencanangan Kampung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Dusun Rumpis Desa Berang sebagai bukti keseriusan Pemkab Bangka Barat untuk melayani masyarakat agar semua mempunyai administrasi kependudukan, seperti KK, e-KTP serta akta-akta.

"Saat ini kepemilikan administrasi kependudukan sangat penting. Peristiwa-peristiwa penting dimaksud ialah kejadian yang dialami seseorang seperti kelahiran, kematian, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak, pengangkatan anak, perubahan nama dan perubahan status warganegara," jelas Markus.

Markus mengajak warga agar bisa memiliki dokumen kependudukan demi terwujudnya Bangka Barat Hebat 2021 melalui tertib administrasi kependudukan.

"Untuk itulah Pemda melalui Disdukcapil melakukan pelayanan langsung ke dusun-dusun di Bangka Barat. Saya berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan cakupan kepemilikan akta pencatatan sipil khususnya akta kelahiran," tutup Markus.

Plt. Kepala Dukcapil Iduwan dalam sambutannya menjelaskan, berdasarkan database SIAK, jumlah penduduk di Bangka Barat sebanyak 197.066 jiwa.

"Dari data itu hanya 39,80% masyarakat Babar punya akta kelahiran sementara sisanya 60,20% warga Babar belum punya. Karena rendahnya prosentasi kepemilikan akta kelahiran ini, maka Dinas Dukcapil berupaya melakukan peningkatan cakupan kepemilikan akta lahir, salah satunya dengan Kampung Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) ini," tutur Iduwan.

Lebih jauh Iduwan mengapresiasi warga dusun Rumpis yang sangat antusias memiliki akta.

"Seluruh orang yang terdaftar di KK harus punya dokumen-dokimen catatan sipil. Kalau sudah, maka dirumah itu akan ditempel stiker kampung sadar Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). Ini ditargetkan butuh waktu 4 tahun agar warga Babar semua punya target stiker. Untuk 2019 ini, Dinas Dukcapil target pencanangan Kampung GISA di 32 dusun," tutupnya.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved