Berita Sungailiat

Masyarakat Tionghoa Rayakan Sembahyang Rebut, Pesan Bupati Bangka Mari Lestarikan Kebudayaan

Sejumlah Kelenteng di Kabupaten Bangka, malam ini merayakan ritual Sembahyang Rebut. Acara tahunan yang biasa dirayakan Warga Keturunan Tionghoa

Masyarakat Tionghoa Rayakan Sembahyang Rebut, Pesan Bupati Bangka Mari Lestarikan Kebudayaan
Ist/Mulkan
Bupati Bangka, Mulkan menyalami warga keturunan Tionghoa saat acara Sembahyang Rebut di Kelenteng Desa Deniang Kecamatan Riausilip Bangka, Rabu (14/8/2019) malam. 

BANGKAPOS.COM-- Sejumlah Kelenteng di Kabupaten Bangka, malam ini merayakan ritual Sembahyang Rebut. Acara tahunan yang biasa dirayakan Warga Keturunan Tionghoa itu, sudah membudaya sejak zaman dulu.

Berikut pernyataan Bupati Bangka, Mulkan melalui pesan singkat yang ia kirim melalui pesan WA ke Bangkapos.com, Rabu (14/8/2019) pukul 22.19 WIB.

"Sembahyang Rebut atau Chit Giat Pan yang dilaksanakan pada Bulan Tujuh Tanggal Lima Belas pada Bulan Cina ini merupakan tradisi dari zaman nenek moyang masyarakat Tionghoa," kata Mulkan yang mengaku baru saja menghadiri Acara Sembahyang Rebut di kelenteng di Desa Deniang Kecamatan Riausilip Bangka, Rabu (14/8/2019) malam.

Sebagai bupati, ia berharap agar masyarakat tetap melestarikan budaya yang sudah ada di daerah ini. Apalagi keberadaan budaya sangat diperlukan, sebagai upaya mendorong kemajuan dunia pariwisata.

"Saya berharap tentunya kepada masyarakat kita mari lestarikan kebudayaan yang ada di Kabupaten Bangka. Karena dengan adanya kebudayaan akan menunjang perkembangan kepariwisataan Kabupaten Bangka sehingga lebih dikenal oleh masyarakat, baik lokal maupun internasional. Apalagi kebudayaan Bangka ini berasal dari kebudayaan Melayu dan China," jelas Mulkan. (Bangkapos.com/Ferry Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved