Berita Pangkalpinang

Sepanjang 2019 DPRD Provinsi Baru Sah Kan Dua Perda

Tak sampai dua bulan lagi masa jabatan anggota DPRD Provinsi Babel periode 2014-2019 akan berakhir

Sepanjang 2019 DPRD Provinsi Baru Sah Kan Dua Perda
(Muhammad Rizki/R1)
Kasubag Kajian dan Hukum DPRD Provinsi Bangka Belitung, Eri Yulikhsan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tak sampai dua bulan lagi masa jabatan anggota DPRD Provinsi Babel periode 2014-2019 akan berakhir, di waktu yang semakin singkat, ternyata DPRD masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Seperti pembuatan perda, menurut Kasubag Kajian Hukum DPRD Provinsi Babel, Eri Yulikhsan, di tahun kemarin DPRD mengusulkan sepuluh perda inisiatif, dan semuanya telah di sahkan. Sedangkan di tahun ini DPRD mengusulkan tujuh perda inisiatif namun yang terselesaikan baru satu dari perda inisiatif tersebut.

Sedangkan usulan perda inisiatif dari pemprov untuk tahun ini ada 10 perda dan baru satu perda saja yang berhasil dirampungkan. Sehingga total usulan perda pada tahun ini berjumlah 17 perda. Di detik akhir masa jabatannya DPRD masih menyisakan 15 raperda untuk diselesaikan.

Eri mengatakan jika dilihat dalam hitung-hitungan di atas kertas, di waktu semakin sempit ini, rasanya mustahil jika harus menyelesaikan ke-15 raperda tersebut.

Dan untuk mensiasati penunggakan raperda ini, menurut Eri sesuai dengan aturan yang dibuat oleh Permendagri, bisa dilanjutkan di tahun selanjutnya dan akan dimasukkan ke dalam program pembentukan peraturan daerah (propemperda) bulan November tahun 2019.

"Kalau menurut hitung-hitungan di atas kertas gak mungkin 17 raperda ini akan selesai, paling cuma nambah tiga, sisanya yang tidak terbahas akan dimasukkan untuk propemperda 2020," ujarnya.

Dari ke-15 raperda yang belum terselesaikan tersebut sebenarnya sudah ada 4 perda yang sedang dalam masa pembahasan, sedangkan 11 raperda lainnya sama sekali belum tersentuh.

Ia mengatakan jika biang kerok tidak terselesaikan pekerjaan DPRD ini cukup kompleks, seperti substansi permasalahan, ia mengambil contoh raperda RZWP3K yang dari tahun kemarin belum juga menemukan titik ujungnya.

Sehingga menurutnya faktor kualitas dari perda juga mempengaruhi lama atau sebentarnya perda tersebut digodok, ia menambahkan jika hanya mengedepankan kuantitas bisa saja setiap dua bulan sekali ketok palu, dan semua raperda bisa terselesaikan.

Ia merinci terkadang ada beberapa raperda yang memerlukan waktu hanya dua bulan untuk diselesaikan, namun ada juga yang bisa sampai empat bulan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved