Berita Bangka Selatan

Terkait Kasus Sabu-Sabu, Asesmen Narkotika Diberikan Jika Ada Permintaan dari Pihak Kepolisian

Kasi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka Selatan, Herbi Sugiri, menyebut pemberian asemen narkotika dilakukan jika ada permin

Terkait Kasus Sabu-Sabu, Asesmen Narkotika Diberikan Jika Ada Permintaan dari Pihak Kepolisian
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Kasi Rehabilitasi BNNK Kabupaten Bangka Selatan, Herbi Sugiri 

BANGKAPOS.COM-- Kasi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka Selatan, Herbi Sugiri, menyebut pemberian asemen narkotika dilakukan jika ada permintaan.

Umumnya permintaan asesmen tersebut kebanyakan dari pihak kepolisian. Menurutnya Ada dua hasil rekomendasi proses asesmen yang dikeluarkan Instansi Pemerintah Wajib Lapor (IPWL) yakni, rawat jalan dan rawat inap.

Namun ditegaskan Herbi dalam hal ini, pihaknya hanya mengeluarkan rekomendasi asemen. Sementara proses hukum selanjutnya diserahkan ke penyidik.

"Kami mengeluarkan asemen jika ada permintaan dari pihak kepolisian. Dan ini ranah medis saja. Sedangkan proses hukum selanjutnya kami kembalikan ke pihak kepolisian," jelas Herbi yang pada kesempatan itu di dampingi Kepala BNN Kabupaten Bangka Selatan, Akhmad Sobirin, Rabu (14/8/2019)

Namun jika mengacu kepada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010 menyebutkan pelaku yang mengklaim sebagai korban/pecandu adalah yang memiliki kurang dari 1 gram sabu misalnya diarahkan rehabilitasi.

"Biasanya kalau dibawah satu gram menurut acuan SEMA diarahkan ke TAT. Itupun rentan waktu dari penangkapan ke permintaan TAT dibawah 2x24 jam,"  jelas Herbi. (Bangkapos.com/Anthoni)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved