Advertorial

Babel Tercepat Kedua Sampaikan Ekspose Hasil LP2B

Babel Tercepat Kedua Sampaikan Ekspose Hasil LP2B, Untuk Kedaulatan Pangan di Bangka Belitung

Babel Tercepat Kedua Sampaikan Ekspose Hasil LP2B
istimewa
BADAN Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Pusat Statistik Babel dan Dinas Pertanian Babel mengeks¬≠pose hasil Integrasi Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Novotel, Rabu (14/8) kemarin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Pusat Statistik Babel dan Dinas Pertanian Babel mengeks­pose hasil Integrasi Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Novotel, Rabu (14/8) kemarin.

Ekspose dihadiri oleh Direktur Penatagunaan Tanah Kementerian ATR/BPN Sri Mujitono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel Darwis Sitorus dan Kepala Dinas Pertanian Kepulauan Bangka Belitung, Juaidi. Tampak pula unsur terkait dan perwakilan Dinas Pertanian kabupaten/kota yang hadir pada acara tersebut.

Tahun ini ada 12 provinsi di Indonesia yang di­minta melakukan pengintegrasian data LP2B. Babel menjadi provinsi kedua tercepat setelah Bengkulu yang telah mengekspose LP2B-nya. Ekspose ini akan dilakukan secara bertahap oleh seluruh provinsi di Indonesia.

Sebaran lahan sawah di Babel mencakup di tiga wilayah. Paling besar ada di Bangka Selatan. Ada juga sebaran di Bangka Barat dan Belitung Timur.

Kepala Kantor Wilayah BPN/ATR Kepulauan Bangka Belitung Agus Sutanto mengatakan, hasil ekspose akan disampaikan ke pusat untuk dikompilasi secara nasional. Data ini akan dijadikan pegangan pusat terkait luas baku lahan sawah di Babel. Kemudian pusat akan mengolah dan merekomendasikan kualifikasi lahan mana saja yang layak sebagai LP2B kepada kabupaten/kota.

“Keputusan penetapan LP2B ini nantinya ada di kabupaten kota melalui Perda. Setelah ditetapkan, maka haram hukumnya apabila dialihfungsikan untuk kegiatan lain. Karena LP2B ini tujuannya untuk mengamankan kedaulatan pangan secara nasional,” kata Agus.

Direktur Penatagunaan Tanah Kementrian ATR/BPN Sri Mujitono menyambut baik ekspose hasil integrasi data LP2B di Babel. LP2B ini diperlukan terkait kebijakan satu data lahan sawah. Data ini akan di­sepakati untuk digunakan berbagai pihak seperti BPS, Dinas Pertanian dan ins­tansi terkait lainnya.

Pada acara itu BPS Babel dan Dinas Pertanian Babel mendukung kebijakan satu data luas lahan sawah ini. “Sehingga luas lahan sawah ke depan bisa untuk keberlanjutan pangan. LP2B ini prioritas data pemerintah untuk ketahanan pangan,” ucap Muji. 

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved