Berita Pangkalpinang

FKPA Sediakan Rumah Singgah Gratis untuk Traveler Terbatas Dana

Forum Komunitas Peduli Alam (FKPA) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memiliki rumah singgah atau sering mereka sebut base camp bagi traveler.

FKPA Sediakan Rumah Singgah Gratis untuk Traveler Terbatas Dana
Ist/FKPA
Rumah singgah FKPA beralamat di Kelurahan Opas, sekitar 100 meter SDN 4 Pangkalpinang dan aktivitas pendakian yang dilakukan oleh FKPA Babel, 

BANGKAPOSPOS.COM, BANGKA -- Berwisata Bangka Belitung tapi terbatas dana, tidak perlu cemas, Komunitas peduli alam atau lebih dikenal Forum Komunitas Peduli Alam (FKPA) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), memiliki rumah singgah atau sering mereka sebut base camp bagi traveler. 

Rumah singgah ini ada menurut penanggung jawab FKPA, Dwi Harisman, berawal dari kegelisahan pihaknya, salah satunya karena mengurangi pengeluaran saat jalan-jalan, kemudian untuk mengakomodir teman-teman sesama komunitas.

"Alamatnya di Kelurahan Opas, sekitar 100 meter SDN 4 Pangkalpinang. Tujuannya untuk mempermudah sekaligus menghemat pengeluaran jika ada backpacker dari luar dan kami merasa ini penting mengingat kami juga sering bepergian dan mendapat bantuan dari sesama," lanjut Dwi

Dwi menerangkan, tempat singgah yang ditawarkan pihaknya gratis, apalagi sesama anggota pecinta alam selain itu ada pemandu wisata jika wisatawan berasal dari luar Babel.

"Tempatnya sederhana, seadanya, memang untuk singgah, ada dapur, ruang santai, dan lainnya," sebut Dwi

Rumah singgah FKPA beralamat di Kelurahan Opas, sekitar 100 meter SDN 4 Pangkalpinang dan aktivitas pendakian yang dilakukan oleh FKPA Babel,
Rumah singgah FKPA beralamat di Kelurahan Opas, sekitar 100 meter SDN 4 Pangkalpinang dan aktivitas pendakian yang dilakukan oleh FKPA Babel, (Ist/FKPA)

FKPA mimiliki visi dan misi ingin keliling Indonesia dengan memperbanyak persaudaraan. Bagi mereka itu sangat penting, misalnya saat berkunjung ke suatu wilayah atau daerah, mereka bisa saling bertukar informasi dan juga pengalaman.
Aktivitas FKPA meliputi pendakian, aksi sosial kemasyarakatan, penghijauan, bersih pantai dan masih banyak lagi lainnya.

"Ini komunitas tergabung dari beberapa komunitas-komunitas pecinta alam di Bangka sekitar 2017 lah terbentuknya, bukan tanpa alasan karena memiliki visi dan misi sama antar anggota mencintai alam maka terbentuklah FKPA," ungkapnya

Dwi menilai sekarang pariwisata di Bangka Belitung sekarang jauh lebih baik jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tapi katanya perlu banyak pembenahan.

Misalnya akses menuju lokasi sangat minim dan kadang tidak terawat, selain itu transportasi hingga ketidaksiapan masyarakat.

"Mudah-mudahan kedepan semakin baiklah pariwisata di Babel ini, sebetulnya dari pengalaman saya banyak orang bertanya tentang Bangka, mereka ingin berkunjung karena penasaran, ini merupakan peluang baik jika kita benar-banar fokus," ucap Dwi

(bangkapos.com/Nordin)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved