Timah

Harga Timah 16.925 USD/Metrik Ton, Bank Indonesia Ungkap Kondisi Industri Timah di Bangka Belitung

Harga Timah 16.925 USD/Metrik Ton, Bank Indonesia Ungkap Kondisi Industri Timah di Bangka Belitung

Harga Timah 16.925 USD/Metrik Ton, Bank Indonesia Ungkap Kondisi Industri Timah di Bangka Belitung
ICDX
Harga timah ICDX pada 15 Agustus 2019 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga timah dalam negeri pada pekan kedua Agustus 2019 masih melemah. Perdagangan komoditi timah di ICDX berada di posisi masih naik turun namun tak menembus angka 17 ribu USD/Metrik Ton.

Pada perdangan Kamis (15/8/2019), harga timah TINPB300 diperdangankan pada harga 16.925 USD/Metrik Ton.

Harga sempat naik di posisi 17.015 USD/ Metrik Ton pada penutupan pasar pekan lalu, namun kembali turun di awal pekan.

Sebelumnya pada 6 Agustus 2019, harga timah PB300 yang diperdagangkan ICDX berada di posisi 16.865 USD/MetrIk Ton. Angka terburuk sejak dua tahun terakhir.

Dari data yang diperoleh bangkapos.com dari ICDX, harga rata-rata semester pertama (Januari-Juli) 2019 berada di posisi 19.864 USD/Metrik Ton.

Sebanyak 39.735 metrik ton timah diperdagangkan dengan nilai 789.329.729 USD.

Rata-rata harga terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2018 (periode yang sama).

Pada periode Januari-Juli 2018, harga rata-rata timah 20.862 USD/Metrik Ton.

Dan ternyata harga rata-rata 19.864 USD/ Metrik Ton merupakan rata-rata terendah dalam tiga tahun terakhir

Tak hanya harga yang turun, perkembangan industri timah di Bangka Belitung memang sedang terguncang.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (Rilis PDRB Triwulan II 2019) , dua sekrot utama penunjang perekonomian di Bangka Belitung yaitu sektor industri Pengolahan dan sektor pertambangan dan penggalian masih kondisinya belum membaik.

Sektor industri pengolahan mengalami kontraksi sebesar 1,48 persen (yoy) pada triwulan ini, setelah pada triwulan sebelumnya masih mampu tumbuh sebesar 2,17 persen.

Kontraksi pada sektor industri pengolahan ini dipengaruhi oleh masih terbatasnya produksi industri pengolahan logam timah karena sebagian besar smelter timah swasta masih belum beroperasi.

Sejalan dengan kondisi ini, pertumbuhan ekonomi sektor pertambangan dan penggalian juga tercatat mengalami pelambatan.

Sektor pertambangan dan pengalian tumbuh sebesar 0,30 persen (yoy), setelah pada triwullan sebelumnya tumbuh tinggi sebesar 7,73 persen (yoy). (*)

Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved