Kisah Pilu, TKI Ini Menangis Saat Video Call dengan Balitanya yang Tiga Hari Dekap Mayat Ayahnya

Kisah memilukan saat seorang bayi menunggui jenazah ayahnya, asal Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kisah Pilu, TKI Ini Menangis Saat Video Call dengan Balitanya yang Tiga Hari Dekap Mayat Ayahnya
TRIBUNMADURA/SRI WAHYUNIK
Bayi N saat digendong oleh Budhenya di Jember. 

Lalu pada Senin (12/8/2019), warga sekitar kadang kala mulai membaui bau busuk seperti bangkai tikus. Namun bau itu datang dan pergi.

"Itu terjadi sampai Rabu (14/8/2019) kemarin. Jadi baunya datang dan pergi, kalau ada angin mengarah ke rumah saya, ada bau. Kalau tidak ya nggak. Jadi kami nyangkanya memang bau bangkai tikus," imbuhnya.

Meski begitu, warga sekitar tidak curiga atas tidak munculnya Fauzi.

Warga sekitar melihat gerbang dan pintu rumah tertutup rapat.

Namun sepeda motor yang bersangkutan ada di dalam pagar, di teras rumah.

Sampai akhirnya pada Rabu (14/8/2019) siang, warga yang rumahnya berdempetan dengan rumah Fauzi mendengar tangisan bayi.

"Anak Bu RT yang rumahnya dempet itu yang dengar. Langsung bilang ke ibunya kalau 'Dik Nisa nangis'," imbuh Murtini, juga warga perumahan tersebut.

Tangisan kencang yang tidak lama itulah yang makin menguatkan kecurigaan warga sekitar, ditambah adanya bau menyengat.

Warga perumahan memberitahu seorang bernama Ribut, yang dikenal sebagai ayah angkat Fauzi.

Rumah Ribut berbeda dusun dengan Perumahan Kaliwining Asri.

Ribut yang mendatangi rumah Fauzi langsung mendapatkan menyimpulkan jika ada mayat di rumah itu.

Ribut pun bersama warga sekitar melapor ke Kepala Dusun Bedadung Kulon Desa Rambipuji, Misrawi.

Kemudian dilaporkan ke perangkat desa, dan ke kepolisian.

Rabu (14/8/2019) pukul 14.00 Wib, warga melapor ke Babinkamtibmas Desa Kaliwining dan Polsek Rambipuji.

Setelahnya, polisi, Babinsa, juga warga membuka paksa rumah Fauzi.

Mereka mendapati Fauzi sudah meninggal dunia di kamar belakang rumahnya.

"Semua pintu terkunci. Pagar terkunci dari dalam, pintu depan terkunci, kamar lokasi kejadian juga terkunci dari dalam. Bayi telentang di lekukan lengan kiri ayahnya. Sudah tidak nangis ketika pintu kami dobrak," ujar Babinkamtibmas Desaa Kaliwining Aipda Teguh Siswanto kepada Surya (Grup Tribunmadura.com).

Seperti mengetahui pintu terbuka, bayi perempuan yang pada 22 Agustus nanti genap berusia 14 bulan itu, langsung duduk.

Kasun Misrawi langsung meraup sang bayi. Bayi itu pun langsung nemplok di pelukan Kasun tersebut.

Setelahnya, bayi N dilarikan ke Pustu Kaliwining.

Malam harinya hingga Kamis (15/8/2019) siang, dia dirawa oleh Anik Nurazizah.

Setelahnya, bayi N diserahkan kepada sang bude, Setiyanti, warga Desa Kendalrejo Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Demi Cenut, TKI di Taiwan ini Beri Ciuman Bayinya yang 3 Hari Tunggui Jenazah Ayah di Kamar Terkunci

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved