Ritual Sembahyang Rebut, Payung Penjaga Akhirat Ini Dilelang Hingga Puluhan Juta

Dibalik ritual sembahyang rebut yang dilaksanakan oleh warga keturunan Tionghoa di Pulau Bangka banyak menyimpan cerita penuh makna.

Ritual Sembahyang Rebut, Payung Penjaga Akhirat Ini Dilelang Hingga Puluhan Juta
bangkapos.com/deddy marjaya
Deretan payung di patung Thai Se Ja di Klenteng Hap Miau Merawang Kamis (15/8/20019)

Ritual Sembahyang Rebut, Payung Penjaga Akhirat Ini Dilelang Hingga Puluhan Juta

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dibalik ritual sembahyang rebut yang dilaksanakan oleh warga keturunan Tionghoa di Pulau Bangka banyak menyimpan cerita penuh makna.

Satu di antaranya adalah lelang payung Thai Se Ja yang mencapai puluhan juta. Hasil lelang payung ini semuanya dimasukkan ke dalam kas Klenteng setempat.

Dalam ritual ini yang paling ditunggu adalah payung yang berada di patung Thai Se Ja (Penjaga Pintu Akhirat).

Payung tersebut diyakini dapat melindungi pemiliknya sepanjang masa atau payung kehidupan. Tak heran harga payung mencapai jutaan rupiah. 

"Saat musim kejayaan timah harga payung tertinggi bisa mencapai Rp 30 juta karena menjadi adu gengsi bos bos timah tapi sekarang tidak setinggi itu lagi," kata Achin warga Sungailiat ditemui Kamis (15/8/2019)

Sembahyang Rebut dilaksanakan pada tanggal 15 bulan ke 7 penanggalan China. Pembuatan patung Thai Se Ja bisanya mulai dilakukan sebelum hari H puncak Sembahyang Rebut.

Biaya pembuatan 1 patung Tai Se Ja berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 40 Juta.

Tingginya patung Thai Se Ja yang dibuat biasanya mencapai 15 meter - 20 meter.

Namun jika dibuat semakin besar dan tinggi maka akan semakin baik karena sebagai lambang kemakmuran daerah mereka.

Patung dibuat dengan rangka berbahan kayu dan bambu kemudian dibuat dari kertas berlapis dimana bagian terluar menggunakan kertas lima warna mengkilap.

Patung Thai Se Ja yang sudah selesai dibuat matanya akan ditutup dengan kain dan akan saat puncak sembahyang rebut tengah malam.

Sementara payung diletakan dibagian pundak Thai Se Ja bersama bendera simbol dewa dewa yang biasanya berjumlah 7 payung atau berjumlah ganjil.

Dari semua aksesoris sembahyang rebut hanya payung saja yang dilelang. Payung ini sebagai simbol perlindungan. Sehinggga siapa yang memilikinya dipercaya oleh warga keturunan Tionghoa akan dilindungi dari nasib buruk dan petaka

"Simbol perlindungan bagi yang mendapatkan payung Thai Se Ja dipercaya akan terlindungi dari nasib buruk dan petaka sehingga dalam usaha apapun akan berjalan lancar kata Achin

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved