Tangis Soekarno saat Tanda Tangani Surat Hukuman Mati Pemimpin DI/TII Kartosoewirjo

Kartosoewirjo, seorang pemimpin gerakan DI/TII, dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Mahkamah Darurat Perang (Mahadper).

Tangis Soekarno saat Tanda Tangani Surat Hukuman Mati Pemimpin DI/TII Kartosoewirjo
istimewa
Detik-detik Kartosoewirjo diikat di tiang sebelum ditembak mati. 

Seperti biasanya operasi tempur pasukan Yonif Linud 328 selalu berhasil karena kemampuannya bekerja sama dengan peduduk.

Upaya untuk menangkap Kartosoewirjo terjadi pada 2 Juni 1962 di kawasan kaki gunung Gede-Pangrango, Pacet, Jawa Barat.

Saat itu, Kartosoewirjo dan sejumlah kecil pengikutnya sudah makin terdesak akibat taktik Operasi Pagar Betis Linud 328.

Setelah merampok untuk kebutuhan logistik, kelompok Kartosoewirjo segera masuk ke kawasan Gunung Gede untuk bersembunyi.

Nikah Dua Tahun, Soekarno Tetap Jaga Kesucian Oetari Istri Pertamanya Meski Seranjang, Ini Alsannya

Satu kompi pasukan Linud 328 yang dipimpin Letda Suhanda, setelah mempelajari jejak yang ditinggalkan di lokasi perampokan, melakukan pegejaran.

Dengan bekal jejak-jejak yang ditinggalkan gerombolan Kartosoewirjo, secara perlahan tapi pasti, pasukan pengejar itu berhasil mendeteksi persembunyian Kartosoewirjo.

Untuk melakukan penangkapan terhadap gerombolan perampok Kartosoewirjo dan anak buahnya, pasukan Suhanda melakukan penelusuran dengan sangat hati-hati.

Maklum, gerombolan Kartosoewirjo memiliki senjata yang cukup lengkap dan tak segan-segan menembak orang tanpa pandang bulu.

Oleh karena itu, untuk melaksanakan penyergapan yang aman, Letda Suhanda memerintahkan dua personelnya untuk bergerak diam-diam sambil melakukan pengintaian.

Pada lokasi yang paling dicurigai dua anak buah Letda Suhanda berhasil memergoki salah satu personel Kartosoewirjo yang sedang berjaga.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved