Anak Penjual Ikan dan Pelimbang Timah Jadi Pembawa Baki HUT ke-74 RI di Kabupaten Bangka

Melanisaputri (17) pasukan pengibar bendera yang membawa baki bendera merah putih, dalam upacara detik-detik proklamsi kemerdekaan Republik Indonesia

Anak Penjual Ikan dan Pelimbang Timah Jadi Pembawa Baki HUT ke-74 RI di Kabupaten Bangka
bangkapos.com/riki pratama
Melanisaputri pasukan pengibar bendera pembawa baki bendera merah putih, dalam upacara detik-detik proklamsi kemerdekaan Republik Indonesia, pada Sabtu (17/8/2019) di halaman kantor Bupati Kabupaten Bangka. 

Anak Penjual Ikan dan Pelimbang Timah Jadi Pembawa Baki HUT ke-74 RI di Kabupaten Bangka

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Melanisaputri (17) pasukan pengibar bendera yang membawa baki bendera merah putih, dalam upacara detik-detik proklamsi kemerdekaan Republik Indonesia, pada Sabtu (17/8/2019) di halaman kantor Bupati Kabupaten Bangka.

Melani sapaan akrabnya, terlihat terus tersenyum selama bertugas sebagai pembawa baki bendera sang merah putih, ia menaiki satu persatu anak tangga dan mengambil bendera dari Inspektur Upacara Bupati Bangka Mulkan.

Setelah itu ia bersama 29 teman lainya mengibarkan bendera di tengah halaman kantor Bupati.

Anak dari pasangan Samaridho dan Sri Ningsih ini ingin menunjukan bahwa ia bisa berprestasi dan membanggakan orangtuanya meskipun keduanya sudah berpisah.

"Saya disini untuk membuktikan kepada orangtua saya bahwa saya bisa membanggakan mereka,"jelas Melani.

Dari keluarga yang sederhana, ibu yang berprofesi pencari timah (Ngelimbang) dan ayah Samaridho yang hanya penjual ikan tidak membuat dirinya patah semangat untuk terus berprestasi dan menggapai impianya yakni sebagai Pasukan pengibar bendera.

"Saya ikut ibu soalnya ayah keliling-keliling jual ikan tapi kadang ke rumah ayah juga,"jelas siswi kelas XI SMA N 1 Pemali ini.

Meskipun begitu, tak ada sedikitpun rasa malau serta minder, Melani merasa tertantang terpilih sebagai pasukan pengibar bendera, karena keinginan dirinya menjadi Paskibraka telah ia impikan sejak ia kecil.

"Saya dari kecil sudah liat-liat di TV kayaknya keren, makanya merasa penasaran saja sama paskibraka ini, kebetulan di sekolah juga saya sebagai Paskibraka sekolah dan ikut seleksi untuk Kabupaten, alhamdulillah terpilih 30 besar,"syukurnya.

Selama latihan dan pembekalan, banyak hal yang dirasakan oleh Melani, mulai dari kangen kumpul sama orang tua hingga mendapatkan teman-teman baru dari berbagai sekolah.

"Memang ada suka dukanya disini. Sukanya bisa ketemu dan kumpul sama teman-teman baru sampai melakukan aktifitas sama-sama. Tapi dukanya jauh dari orang tua,"lanjutnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved