Berita Sungailiat

VIDEO: Eks Rumah Tony Wen Pejuang Kemerdekaan Keturunan Tionghoa Asal Bangka

Tony Wen atau Boen Kin To, lahir di Sungailiat, Bangka pada 1913 dari keluarga yang berada, ayahnya seorang Kepala Parit Bangka Biliton Tin Maatschapi

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Tony Wen atau Boen Kin To, lahir di Sungailiat, Kabupaten Bangka pada 1913 dari keluarga yang berada, ayahnya seorang Kepala Parit Bangka Biliton Tin Maatschapij.

Diketahui tempat tinggalnya berada di Jalan Jenderal Sudirman, Sungailiat
simpang empat lampu merah, depan Bumi Putera, yang diketahui tempat Tony Wen dan orangtuanya tinggal.

Bangkapos.com berusaha untuk mengetahui kondisi rumah pejuang kemerdekaan keturunan Tionghoa asal pulau Bangka yang saat ini menjadi aset PT Timah Tbk. Rumah tersebut memiliki halaman yang luas baik di sisi depan dan samping rumah.

Kondisi rumah eks Tony Wen terlihat masih megah dengan warna dinding rumah putih cerah, terlihat bersih dan terawat, selain itu kontruksi bangunan juga masih kokoh dengan arsitekturnya tak ubah seperti rumah-rumah peninggalan Belanda.

Ketika masuk ke dalam rumah akan menemukan puluhan jendela dan belasan pintu yang menjadi jalan masuk ke setiap ruangan, bila dihitung total ada 15 pintu terdapat didalam rumah tersebut.

Kondisi rumahnya sangat teduh, dinding bangunan terlihat tebal, dengan lantai keramik warga kuning genteng dibagian halaman depan dan keramik warna keabu abuan dibagian belakang berdiameter 5x5 centimeter.

Selain itu, ditengah ruangan terdapat seperti ruang pertemuan dua lantai yang tinggi menjulang, bila ingin naik ke atas harus menaiki anak tangga yang masih terbuat dari kayu asli.

Saat tiba dilantai dua, lantai pijakan juga masih terjaga terbuat dari kayu berwarna coklat yang tebal dan kokoh, sehingga kuat menahan beban, namun tidak ada satupun benda ada diatasnya.

.

Tidak hanya memiliki banyak ruang kamar, rumah itu juga memiliki belasan kamar mandi, tersebar di sudut luar hingga dalam ruangan kamar.

Namun ketika masuk ke dalam ruangan tidak terlihat ada barang atau peninggalan keluarga Tony Wen, setiap ruang terlihat kosong melompong, hanya saja ada beberapa dinding penyekat ruangan dihancurkan untuk menambah luas ruangan. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved