Bupati Markus Harap Tradisi Pesta Adat Suku Ketapik Jadi Daya Tarik Pariwisata

Bupati Bangka Barat Markus SH saat menghadiri pesta adat suku Ketapik ini, Minggu (18/08)

Bupati Markus Harap Tradisi Pesta Adat Suku Ketapik Jadi Daya Tarik Pariwisata
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Markus SH saat diarak di sepanjang jalanan desa Kacung pada perayaan pesta adat suku Ketapik, Minggu (18/8). 

BANGKAPOS.COM - Banyak desa di Indonesia yang punya budaya begitu kental. Budaya yang masih orisinil dan mampu membuat wisatawan jatuh hati. Salah satu desa di Kabupaten Bangka Barat yang dinilai bisa membuat wisatawan jatuh hati dengan warisan budayanya yakni desa Kacung, di Kecamatan Kelapa.

Di desa Kacung, ada tradisi yang terus dilestarikan turun-temurun dan menjadi hajatan tahunan warga yakni pesta adat suku Ketapik.

Bupati Bangka Barat Markus SH saat menghadiri pesta adat suku Ketapik, mengatakan pesta adat ini harus terus dijaga dan dilestarikan agar ke depan bisa semakin dikenal publik dan menjadi daya tarik wisatawan, Minggu(18/08).

Markus, SH saat membuka secara simbolis pesta adat desa Kacung
Markus, SH saat membuka secara simbolis pesta adat desa Kacung (Ist/Humas Pemkab Bangka Barat)

"Pesta adat suku Ketapik ini merupakan warisan budaya nenek moyang dari suku Ketapik di desa Kacung dan dirayakan setelah Idul Adha. Ini warisan budaya yang juga menjadi kekayaan di Bangka Barat. Semoga pesta adat ini terus dilestarikan selain sebagai ajang silaturahmi antar warga, juga sebagai tujuan wisata budaya untuk lebih dikenal di Indonesia," kata Bupati Markus.

Senada disampaikan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. Dirinya mengapresiasi pesta adat suku Ketapik yang masih tetap lestari hingga kini, sembari berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan selain sebagai kearifan lokal juga menarik sebanyak mungkin wisatawan berkunjung ke Babel.

Kepala desa Kacung, Suhardi menjelaskan, pesta adat suku Ketapik ini juga sebagai ekspresi kegembiraan warga karena putra-putri mereka berhasil menyelesaikan salah satu tahap pelajaran agama islam yakni fasih membaca Al Quran.

"Tahun ini ada 10 orang yang khatam Al Quran. Pesta ini juga jadi ajang pertemuan warga. Kalau orang tua dulu merayakannya secara terpisah, ada yang di kebun dan lainnya. Sekarang seluruh masyarakat dari mana-mana datang bersilaturahmi. Semoga ke depan pesta adat ini bisa menjadi wisata budaya seperti yang dikatakan Pak Bupati Markus," kata Suhardi.

Menarik dan uniknya, dalam prosesi pesta adat yang kini berusia 73 tahun sejak pertama kali digelar 1946 itu, Bupati Markus SH, turut diarak dengan menaiki miniatur Rumah Adat Suku Ketapik yang digiring dua orang pemangku adat setempat menggunakan sepeda ontel.

Markus, SH saat menerima sambutan dari tuan rumah pesta adat Desa Kacung
Markus, SH saat menerima sambutan dari tuan rumah pesta adat Desa Kacung (Ist/Humas Pemkab Bangka Barat)

Hamburan beras kunyit pun mewarnai arak-arakan Bupati Bangka Barat di sepanjang jalan perkampungan desa Kacung dan berakhir di Masjid Nurul Islam. Berkali-kali Bupati Markus tersenyum sembari melambaikan tangan kepada warga yang sudah berjejer di pinggiran jalan dan menghamburkan beras ke arahnya bersama rombongan sebagai wujud syukur.

(Humas Pemkab Bangka Barat)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved