Hari Kemerdekaan RI

Jejak Sejarah Tony Wen, Sosok yang Diam-diam Titip Uang untuk Sukarno Saat Diasingkan ke Bangka

Amung mengatakan jika Tony Wen menurutnya adalah seorang pahlawan yang sangat dekat dengan Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno.

Jejak Sejarah Tony Wen, Sosok yang Diam-diam Titip Uang untuk Sukarno Saat Diasingkan ke Bangka
Istimewa
Tony Wen 

"Jadi dia itu memang seorang atlet, memang dia itu orangnya besar tinggi," ujar Amung, Kamis (15/8/2019) sembari memperlihatkan foto Tony Wen saat berada di Amerika.

Tony Wen lahir di Sungailiat, pada tahun 1911 silam. Dan merupakan anak dari seorang Kepala Parit Bangka Beliton Tin Matschapy di zaman Belanda, sehingga dari kecil Tony Wen memang sudah hidup berkecukupan dari segi materi.

Selepas mengeyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia melanjutkan sekolahnya ke Singapura, lanjut dari situ ketika ia menyelesaikan pendidikan setingkat SMA di Singapura, ia melanjutkan studinya ke U Ciang University Shanghai dan kemudian Liang Nam University di Guang Zhou.

Amung mengatakan jika ia sangat dekat dengan sang paman, dikarenakan jika setiap kali Amung ke Jakarta ia selalu menginap di rumah Tony Wen yang berada di daerah Menteng Jakarta.

Sebelum diasingkan di Menumbing, Muntok, Bangka Barat, Bung Karno pernah bertanya kepada Tony Wen apakah ia memiliki keluarga di Pulau Bangka.

Menurut Amung, saat itu Tony Wen menyebut jika ia memiliki saudara ipar di Bangka bernama Tjen Fo Sang yang tak lain adalah ayah dari Amung.

Jadilah Tjen Fo Sang saat itu menjadi jembatan apabila Tony Wen mengirimkan uang kepada Bung Karno, yang dikirimkan secara diam-diam yang digunakan untuk kebutuhan hidup Bung Karno selama masa pengasingan.

"Jadi selama Bung Karno itu diasingkan, yang membiayai itu Tony Wen," kata Amung.

Amung tak ingat berapa besaran uang yang kerap dikirimkan Tony Wen untuk Bung Karno.

Namun Amung mengatakan jika dalam satu kali pengiriman bisa mencapai ribuan Gulden (mata uang Belanda saat itu), dan itu rutin dikirimkan sang ayah setiap hari Sabtu selama Bung Karno berada di pengasingan.

Halaman
123
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved