Berita Bangka Barat

40.333 Jiwa Masyarakat Bangka Barat Ternyata Fakir Miskin, Ini Penjelasan Dinsos PMD

Jumlah masyarakat Kabupaten Bangka Barat yang masuk dibawah garis kemiskinan ternyata masih sangat tinggi.

40.333 Jiwa Masyarakat Bangka Barat Ternyata Fakir Miskin, Ini Penjelasan Dinsos PMD
bangkapos.com / Hendra
Suradi, Kepala Dinsos PMD. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jumlah masyarakat Kabupaten Bangka Barat yang masuk dibawah garis kemiskinan ternyata masih sangat tinggi.

Berdasarkan basis data terpadu (BDT) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) tercatat ada 40.333 jiwa masyarakat Bangka Barat masuk kategori miskin dan orang tak mampu.

"Data terpadu ini teakhir kita update januari 2019. Jumlahnya ada 40.333 jiwa masuk fakir miskin dan oang tidak mampu," ujar Suradi, Kepala Dinsos PMD kepada wartawan, Senin (19/8/2019).

Basis data terpadu (BDT) ini kata Suradi diupdate dua kali dalam setahun.

Masyarakat miskin dan tidak mampu ini lanjut Suradi kategorinya berdasarkan acuan dari pusat.

"Kita di daerah belum ada perda yang mengatur kategori miskin. Jadi acuan kita berdasarkan acuan pusat," ujar Suradi.

Dia menjelaskan proses pendataan masyarakat yang masuk garis kemiskinan ini diajukan oleh desa berdasarkan hasil Musyawarah Desa (Musdes).

Data dari Musdes ini kemudian disampaikan ke Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Kemudian PSM melakukan verifikasi langsung data tersebut.

Hasil verifikasi ini kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial - Next Generation (SIKS-NG) secara offline.

Hasil input data secara offline ini kemudian disampaikan ke Dinsos PMD dan kemudian dimasukkan lagi ke aplikasi SIKS-NG secara online.

Suradi menjelaskan Dinsos PMD maupun PSM tidak bisa menentukan masyarakat yang masuk BDT berada digaris kemiskinan atau tidak. Penentuan atau peringkat garis kemiskinan (proximine test) diatur dalam aplikasi SIKS-NG.

"PSM hanya mengisi form, hasilnya bukan kita yang menentukan miskin atau tidak. Sudah otomatis ditentukan dari aplikasi SIKS-NG," pungkas Suradi.

Dia menambahkan yang dilihat dalam proximine test itu diantaranya keadaan sosial, aset yang ada, pendapatan dan lain sebagainya.

(bangkapos.com / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved