Berita Pangkalpinang

Aksan Visyawan: Penyelundupan Solar 300 Ton, Disperindag Ikut Bertanggungjawab

Pemerintah sebaiknya harus lebih akurat melihat berapa kebutuhan BBM di Babel.

Aksan Visyawan: Penyelundupan Solar 300 Ton, Disperindag Ikut Bertanggungjawab
(Muhammad Rizki/R1)
Ketua Komisi II, Aksan Visyawan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya enggan berkomentar banyak terkait pemberitaan Bakamla RI amankan 1 KIP dan 4 pengangkut BBM di perairan Belitung, Senin (19/8/2019), kemarin.

Didit mengaku belum mengetahui persis peristiwa tersebut, namun ia menyatakan kejadian ini menunjukkan bahwa wilayah laut Babel masih belum aman.

"Hal ini menunjukkan bahwa kelautan kita masih belum aman," ujar Didit singkat, Selasa (20/8) kepada Bangkapos.com.

Ketua Komisi II DPRD Babel, Aksan Visyawan mengatakan pemerintah sebaiknya harus lebih akurat melihat berapa kebutuhan BBM di Babel.

Ia mengatakan, penyelundupan berakibat merugikan daerah karena tidak ada pajak yang terserap masuk ke pendapatan asli daerah (PAD).

Aksan menyarankan pemerintah daerah melihat berapa kebutuhan, berapa suplai dan sudah cukupkah suplai tersebut. Karena fakta di lapangan BBM jenis solar cepat habis dengan jumlah antrean yang tinggi.

"Nah dengan banyaknya kebutuhan solar di Babel, makanya orang impor dari tempat lain. Sehingga eksekutif dalam hal ini Disperindag harus ikut bertanggung jawab," ujar Aksan, Selasa (20/8) kepada Bangkapos.com

Lebih lanjut Aksan mengatakan penyelundupan tersebut pasti ada akar masalahnya, dan menurutnya akar permasalahannya dikarenakan kebutuhan masyarakat Babel yang tidak terpenuhi.

Aksan mengatakan DPRD akan memanggil Disperindag secara resmi, untuk sesegera mungkin mengambil sikap. Ia juga mengapresiasi aparat yang berhasil menggagalkan penyelundupan tersebut.

"Kami berterima kasih, karena kalau tidak adanya kasus ini, kita gak tahu jika selama ini begini, saya apresiasi lah kepada aparat," pungkas Aksan.

Diberitakan sebelumnya Operasi Khusus Bakamla RI dengan Kapal patroli KN Bintang Laut-401 berhasil mengamankan satu kapal Timah yang diduga melakukan kegiatan isap pasir timah tanpa dilengkapi dokumen Kapal, dan empat kapal lainnya yang diduga mengangkut BBM ilegal di Perairan Bangka Belitung, Senin (19/08/2019).

Operasi tersebut berhasil menghentikan dan memeriksa dua kapal SPOB dan dua kapal Motor Tanker (MT). Sementara dari hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (T9) atas pengakuan nakhoda bahwa kapal mendapatkan minyak sebanyak 300 ton dari kapal tanker di Palembang tanpa dokumen yang sah. Minyak kemudian dijual ke kapal KIP dan saat ini sisa minyak sebanyak 70 ton.

(Bangkapos/Muhammad Rizki/R1)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved