Kriminalitas

Berikan Uang Pelicin Rp 18 Juta, Korban Penipuan Percaya 100 Persen Anaknya Jadi Honorer Pemprov

Warga Petaling Kecamatan Mendo Barat mengaku percaya 100 persen anaknya bisa masuk kerja.

Berikan Uang Pelicin Rp 18 Juta, Korban Penipuan Percaya 100 Persen Anaknya Jadi Honorer Pemprov
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Nirwana korban penipuan masuk yang membayar Rp 18 Juta agar anaknya masuk honorer Satpol PP Pemprov Kepulauan Bangka Belitung saat mendatangi Polsek Mendobarat Selasa (20/8/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Korban penipuan masuk tenaga honorer Pemprov Kepulauan Bangka Belitung Nirwana, Warga Petaling Kecamatan Mendo Barat mengaku percaya 100 persen anaknya bisa masuk kerja.

Apalagi Tyo orang yang diduga sebagai otak penipuan dibantu oleh Dul Hadi warga Kace Kecamatan Mendobarat menyakinkan mereka. Maka dari itu dirinya walaupun tak memiliki uang karena ekonomi pas pasan meminjam uang untuk uang pelicin sebesar Rp 18 juta. Uang tersebut ia pinjam dari adik kandungnya dan diserahkan kepada Tyo dikediamnan Dul Hadi.

"Dia meyakinkan kami jadi waktu itu percayanya bukan 10 persen  tapi 100 persen tapi sekarang Tyo nya ilang si Dul Hadi nggak mau tanggung jawab enak benar," kata Nirwana ditemui di Polsek Mendobarat Selasa (20/8/2019)

Padahal menurut Nirwana dirinya sudah diingatkan keluarganya karena khawatir akan jadi korban penipuan. Namun karena ingin anaknya dapat pekerjaan dirinya tetap memberikan uang pelicin tersebut.

Sempat hilang harapan karena tak berkabar kembali ada asa saat Tyo memberikan SK pengangkatan honorer dari Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman (belakangan diketahui palsu).
"Lah diingatkan keluarga nanti kena tipu ternyata memang kena tipu dapat SK rupanya SK palsu," kata Nirwana.

Seperti diketahui 10 orang dari 27 korban penipuan masuk honorer di Pemprov Kepulauan Bangka Belitung yang dilakukan oleh Tyo yang mengaku kepada korban dekat dengan Gubernur Erzaldi Rosman mendatangi Polsek Mendobarat. Kedatangan mereka untuk mengadu dan mendapatkan informasi terkait apa yang menimpa mereka. Para Korban ini diterima oleh Kapolsek Mendo Barat AKP M Achwan.

Namun setelah dipelajari karena alat bukti dan korban serta TKP nya berada di dua Polres yakni Polres Pangkalpinang dan Polres Bangka para korban disarankan melapor ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.

"Setelah kita pelajari berdasarkan keterangan dan barang bukti fokus delik nya berada didua wilayah Polres maka kita sarankan membuat laporan resmi ke Polda Kepulauan Bangka Belitung mengingat sebagian besar korbannya adalah warga diwilayah Polsek Mendobarat maka kedatangan mereka tetap kita terima,' ujar AKP M Achwan. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved