Berita Pangkalpinang

Berkah Sumur Tua di Taman Sari, Dimanfaatkan Pedagang dan Warga yang Kehabisan Air di Musim Kemarau

Sumur yang berada di area Taman Sari atau dikenal Wilhelmina Park Pangkalpinang memberi berkah tersendiri bagi masyarakat sekitarnya

Berkah Sumur Tua di Taman Sari, Dimanfaatkan Pedagang dan Warga yang Kehabisan Air di Musim Kemarau
bangkapos.com/Nordin
Warga memanfaatkan sumur di area Taman Sari, Pangkalpinang, 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sumur yang berada di area Taman Sari atau dikenal Wilhelmina Park Pangkalpinang memberi berkah tersendiri bagi masyarakat sekitarnya, apalagi saat musim kemarau. Warga memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas, mulai dari keperluan rumah tangga hingga kebutuhan pedagang yang berjualan di sekitar taman.

Menurut keterangan warga, sumur yang ada sekitar 100 meter dari rumah Residen atau rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang ini tidaklah seperti sekarang bentuknya.

Di area sumur Taman Sari merupakan daerah tumbik (sebutan untuk daerah resapan air melimpah, dengan pepohonan rimbun dan angker), belum terawat dengan luas yang tidak beraturan.

Sekarang area tersebut sudah dijadikan taman, tempat bersantai dan beristirahat masyarakat. Tempat air pun sudah ditata sedemikian rupa menjadi sumur yang hingga sekarang dimanfaatkan warga.

Salah seorang pedagang di area Taman Sari, yang memanfaatkan sumur tersebut, Areng mengatakan, dirinya telah lama memanfaatkan sumur tersebut, sehari-hari ia mampu mengangkut sekitar 16 jerigen dengan ukuruan 20 liter bahkan lebih.
Air tersebut digunakannya sendiri untuk keperluan dagangannya di Alun-alun Taman Merdeka yang bersebelahan dengan Taman Sari.

"Beruntunglah ada sumur ini, pedagang seperti kami ini bisa memanfaatkannya, saya sendiri selalu memanfaatkannya. Airnya jernih dan tidak berbau," ungkap Areng

Warga memanfaatkan sumur di area Taman Sari, Pangkalpinang,
Warga memanfaatkan sumur di area Taman Sari, Pangkalpinang, (bangkapos.com/Nordin)

Areng termasuk warga yang cukup memperhatikan perkembangan sumur yang berada di Taman Sari ini, katanya sekarang bentuk sumur telah banyak berubah.

Perubahan tersebut cukup banyak mulai dari penataan, kerapian, hingga jumlah warga yang memanfaatkannya telah banyak berkurang.

"Karenakan masing-masing rumah sudah ada sumur, jadi pemanfaatannya berkurang. Kalau dulu belum di beton sumurnya, masih di tanah airnya ngalir, dan mata airnya kelihatan," sebut Areng

Areng mengaku memanfaatkan air sumur di Taman Sari hanya untuk keperluan dagangannya, kalau di rumah mereka menggunakan sumur pribadi.

Beda dengan Areng, Muhlisi warga Kelurahan Gedung Nasional memanfaatkan sumur di Taman Sari untuk keperluan rumah tangga. Ia mengaku air sumurnya sudah menipis sehingga tidak bisa diambil.

Sumurnya mulai tidak bisa diambil airnya sejak seminggu ini, terkadang keluarganya pun meminta air dari rumah tetangganya.

"Mungkin dampak kemarau ini jadi sumur di rumah kami menyusut drastis. Keperluan juga meningkat, jadi kadang untuk tambah-tambah selain minta ke tetangga saya ngambil air di sumur Tanam Sari," sebut Muhlisin

(bangkapos.com/Nordin)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved