Kriminalitas

Demi Menyakinkan Korban Tyo Berikan SK Honorer Pemprov Babel

Tyo yang di yakini sebagai otak pelaku penipuan masuk honorer Pemprov Kepulauan Bangka Belitung meyakinkan para korban dengan memberikan SK

Demi Menyakinkan Korban Tyo Berikan SK Honorer Pemprov Babel
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kapolsek Mendo Barat AKP M Achwan menjelaskan SK pengangkatan honorer Pemprov Kepulauan Bangka Belitung yang diterima oleh pada korban penipuan dipastikan palsu Selasa (20/8/2019). 

BANGKAPOS.COM-- Tyo yang di yakini sebagai otak pelaku penipuan masuk honorer Pemprov Kepulauan Bangka Belitung meyakinkan para korban dengan memberikan SK pengangkatan Honor.

SK Gubernur tersebut lengkap dengan nomor SK, cap dan tandatangan Gubernur Erzaldi Rosman dengan tanggal 30 Juli 2019. Isinya tentang penetapan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Tanggal 28 Mei 2019 mengangkat sebagai tenaga honorer.

"Setelah kami terus mendesak akhirnya kami diyakinkan oleh Tyo dengan SK pengangkatan honor untuk anak kami diberikan sebelum Idul Adha dan akan dihubungi setelah dua hari lebaran Idul Adha nyatanya sampai sekarang tidak dipanggil panggil," kata Nirwana warga Petaling yang anaknya dapat SK honorer Pol PP Pemprov Kepulauan Bangka Belitung ditemui di Polsek Mendobarat Selasa (20/8/2019).

Nirwana menceritakan para korban sudah mulai curiga dengan tingkah laku Tyo dan seorang warga Dul Hadi yang mereka duga ikut terlibat. Sebab belum juga ada kepastian soal. Setelah sekian lama Dul Hadi juga berulah jika awalnya ikut mengatakan dekat dengan Gubenur Erzaldi Rosman mulai membantah dengan mengatakan tidak kenal.

Kemudian orangtua dan anak anak mereka yang dijanjikan masuk honor mengancam meminta kembali uang mereka dan melaporkan polisi. Barulah kemudian diberikan SK tersebut dan menunggu pemanggilan.
"Jangankan dipanggil sampai kini orangnya dah ngilang tinggal si Dul itu," sesal Nirwana

Kapolsek Mendo Barat AKP M Achwan didampingi Kanit Res Aipda Fery mengatakan, sebenarnya saat otak penipuan Tyo memberikan SK tersebut sebagian bermaksud membawa yang bersangkutan ke polisi.

Namun sebagian korban lain melarang masih berharap SK tersebut benar. Diduga karena mulai dicurigai pelaku Tyo mengambil kesempatan untuk menghilang dan mengganti nomor HP-nya.

"Untuk SK nya dipastikan palsu karena sudah kita cek ke protokoler gubenur bahwa Gubernur tidak mengeluarkan SK tersebut," kata AKP M Achwan. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved