DP3ACSKB Fasilitasi Pelatihan PPRG, Ini Tujuannya

Mulai dari perencanaan hingga tahap monitoring dan evaluasi sehingga seluruh proses dapat berjalan sesuai

DP3ACSKB Fasilitasi Pelatihan PPRG, Ini Tujuannya
DP3ACSKB Babel
DP3ACSKB Fasilitasi Pelatihan PPRG 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan kapasitas tim Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di daerah dalam rangka mewujudkan keadilan gender.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti saat mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang membuka kegiatan Pelatihan PPRG bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Novotel Pangkalan Baru, Selasa (20/8/2019).

Susanti juga berharap agar para pengambil kebijakan dapat daling bersinergi mewujudkan program pembangunan yang responsif gender dengan menerapkan konsep ARG dan PPRG.

"Mulai dari perencanaan hingga tahap monitoring dan evaluasi sehingga seluruh proses dapat berjalan sesuai dengan kaedah pembangunan yang bermanfaat dan berkeadilan bagi semua,”jelasnya.

Susanti menuturkan bahwa tahun 2018 kita memperoleh penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya yang merupakan sebuah penghargaan bergengsi sebagai apresiasi bagi kementerian/lembaga, Pemprov dan kabupaten/kota yang telah antusias mendokumentasikan dan menyampaikan informasi secara online mengenai upaya hasil yang telah dilakukan dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak (PPPA).

"Jadi bagaimana kita menyusun program dan kegiatan yang bisa membawa kesejahteraan gender, misalnya kami pada perencanaan memasukkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) menjadi target tercantum pada Indikator Kinerja Utama (IKU) Rencana Strategis (Renstra) agar betul-betul program itu membawa kesejahteraan dan keadilan gender," tambahnya.

Kegiatan yang difasilitasi DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Helsyanita dan Yusuf.

Helsyanita menyebutkan gender merupakan perbedaan-perbedaan perilaku, status, tanggung jawab, fungsi perilaku laki-laki dan perempuan yang merupakan konstruksi (rekayasa) sosial, bukan didasarkan pada perbedaan biologis.

"PUG merupakan strategi pembangunan bukan program kegiatan, strategi PUG diperlukan untuk memastikan semua lapisan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan bIsa terlibat dalam proses pembangunan sehingga bermanfaat bagi semua." Jelas Yusuf.

Sumber: DP3ACSKB
Penulis: Lisia ayu
Fotografer: Lisia ayu

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved