Kriminalitas

Cabuli Anak Dibawah Umur, AJ Diringkus Satreskrim Bangka Tengah

Mapolres Bangka Tengah lakukan Konferensi Pers atas Perkara Perbuatan Asusila terhadap anak di bawah umur

Cabuli Anak Dibawah Umur, AJ Diringkus Satreskrim Bangka Tengah
Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Pengungkapan Kasus Asusila oleh AJ terhadap Anak di Bawah Umur 

BANGKAPOS.COM-- Mapolres Bangka Tengah lakukan Konferensi Pers atas Perkara Perbuatan Asusila terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh Tersangka Ad alias Jo  (37) di Desa Perlang.

Saat menggelar Konferensi Pers pada Selasa, (20/8/2019) Kapolres Bangka Tengah, AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang yang didampingi oleh Kabag Ops Polres Bangka Tengah, AKP Andi Purwanto dan KBO Satreskrim Polres Bangka Tengah, Ipda Jemmy menyebutkan pihaknya berhasil mengamankan Adi Joi setelah pihaknya menerima laporan dari nenek korban yang berinisial R.

"Nenek korban melaporkan kepada Unit PPA Polres Bangka Tengah, sehingga atas laporan tersebut kami selidiki," ungkap AKBP Sitanggang kepada wartawan.

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Bangka Tengah lanjut AKBP Sitanggang mulai melakukan penyelidikan ke lokasi tempat tinggal pelaku di bilangan Dusun Nadi Desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut diketahui AJ merupakan seorang Duda yang ditinggal mati oleh istrinya, sehingga untuk memenuhi hasrat seksualnya, AJ menjadikan seorang anak di bawah umur yang diketahui berinisial NS sebagai alat pemenuh nafsu bejatnya.

"Hasil pengakuan pelaku ketika kamu selidiki yaitu melakukan hubungan dengan anak di bawah umur lebih dari sekali dan itu dilakukan di rumah kontrakan tersangka," kata AKBP Sitanggang.

Barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh tim Mapolres yakni sehelai celana pendek, sehelai baju pendek, sebuah badik, sebuah kasur lipat, sehelai dress panjang, sehelai celana dalam, sehelai bra dan sehelai tanktop berwarna merah.

Atas prilaku tersangka, AKBP Sitanggang menyebutkan pelaku dalam hal ini dikenakan Pasal 81 UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan ke dua atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Atas perilakunya, tersangka akan dijerat hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara dan dengan sanksi paling sedikit Rp 60 juta,"  tandas Kapolres Bangka Tengah. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved