Lima Kapal Tangkapan Bakamla RI Bakal Disidik PPNS Kementerian ESDM

Direktur Operasi Laut (Diropsla) Bakamla RI, Laksma Bakamla Nursyawal Embun, Selasa (20/8/2019) malam, menyatakan, kasus tangkapan lima kapal

Lima Kapal Tangkapan Bakamla RI Bakal Disidik PPNS Kementerian ESDM - tampak-suasana-dermaga-pelabuhan-belinyu-bangka-ghg.jpg
bangkapos.com/ferylaskari
Tampak suasana Dermaga Pelabuhan Belinyu Bangka, Selasa (20/8/2019)
Lima Kapal Tangkapan Bakamla RI Bakal Disidik PPNS Kementerian ESDM - tampak-dari-kejauhan-satu-di-antara.jpg
bangkapos.com/ferylaskari
Tampak dari kejauhan, satu di antara beberapa kapal jenis Kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB), hasil tangkapan Bakamla RI, parkir di Perairan Teluk Kelabat, dekat Pelabuhan Belinyu Bangka, Selasa (20/8/2019).(ferylaskari)
Lima Kapal Tangkapan Bakamla RI Bakal Disidik PPNS Kementerian ESDM - operasi-khusus-bakamla-ri-dengan-11.jpg
istimewa Bakamla RI
Operasi Khusus Bakamla RI dengan Kapal patroli KN Bintang Laut-401 berhasil mengamankan satu kapal Timah yang diduga melakukan kegiatan isap pasir timah tanpa dilengkapi dokumen Kapal dan empat kapal lainnya yang diduga mengangkut BBM ilegal di Perairan Bangka Belitung, Senin (19/08/2019).
Lima Kapal Tangkapan Bakamla RI Bakal Disidik PPNS Kementerian ESDM - mengamankan-satu-kapal-timah-1.jpg
istimewa Bakamla RI
Operasi Khusus Bakamla RI dengan Kapal patroli KN Bintang Laut-401 berhasil mengamankan satu kapal Timah yang diduga melakukan kegiatan isap pasir timah tanpa dilengkapi dokumen Kapal dan empat kapal lainnya yang diduga mengangkut BBM ilegal di Perairan Bangka Belitung, Senin (19/08/2019).

Lima Kapal Tangkapan Bakamla RI Bakal Disidik PPNS Kementerian ESDM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Operasi Laut (Diropsla) Bakamla RI, Laksma Bakamla Nursyawal Embun, Selasa (20/8/2019) malam, menyatakan, kasus tangkapan lima kapal oleh pihaknya akan ditindaklanjuti oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Untuk kelanjutannya (tangkapan lima kapal oleh Bakamla RI di Perairan Babel), penyidikan akan kita serahkan ke PPNS ESDM," kata Direktur Operasi Laut (Diropsla) Bakamla RI, Laksma Bakamla Nursyawal Embun, Selasa (20/8/2019) malam, melalui pesan WhatsApp.

Nursyawal tak memberikan penjelasan lebih dalam seputar pengamanan lima kapal yang sebelumnya ditangkap Bakamla, beberapa hari lalu, dan kemudian dititipkan di sekitar Perairan Pelabuhan Belinyu.

Ia hanya memastikan bahwa PPNS Kementerian ESDM Pusat akan turun ke Babel, dalam waktu dekat.

"Akan dilakukan PPNS ESDM Pusat," katanya.

Sebelumnya data yang dihimpun Bangkapos.com, Selasa (20/8/2019) dari KSOP atau Syahbandar Belinyu, Sumantri menyebutkan, ada lima agen perusahaan melaporkan keberadaan mereka di Perairan Pelabuhan Belinyu karena sedang menjalani pemeriksaan Bakamla RI.

Kapal tersebut masing-masing kapal isap produksi (KIP) dan empat lainnya kapal pengangkut (SPOB/MT) bahan bakar minyak (BMM) jenis solar.

"Masing-masing KIP Harapan Selamat, SPOB Rezki Ifah, SPOB Tisya 9, MT Anugerah Dewi 15 dan MT Bima Andalan," kata Syahbandar Belinyu, Sumantri ditemui di kantornya, Selasa (20/8/2019) di Belinyu.

Lakukan Penyelidikan

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved