Viral Putra-Putri Asal Kalimantan Berhasil Temukan Obat Kanker,Karya Ilmiahnya Menangkan Medali Emas

Prestasi membanggakan ini diraih oleh Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani yang berhasil memenangkan medali emas

Viral Putra-Putri Asal Kalimantan Berhasil Temukan Obat Kanker,Karya Ilmiahnya Menangkan Medali Emas
(Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)
Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani, tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya yang berhasil membuat obat penyembuh kanker dari bahan dasar akar bajakah, di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy) 

BANGKAPOS.COM-- Pada momen perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra-putri Indonesia. 

Mereka mengukir prestasi tingkat internasional  bahkan dunia di bidang kesehatan dengan penemuan obat kanker.

Prestasi membanggakan ini diraih oleh Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani yang berhasil memenangkan medali emas di perlombaan karya ilmiah tingkat internasional di Seoul, Korea Selatan tidak lepas dari imu-ilmu yang mereka dapatkan sebelum diaplikasikan pada saat penelitian.

Tiga siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah pembuat obat dari bahan kayu bakambah pun berbagi cerita mengenai proses belajar mereka.

Kepada Tribunnews.com, Yazid bercerita kalau ia menerapkan pola belajar yang santai agar pelajaran mudah diserap.

Tidak perlu sambil mendengarkan musik seperti yang banyak anak sekarang lakukan, yang penting bagi Yazid agar cepat memahami pelajaran adalah jangan sampai lepas konsentrasi ketika guru menerangkan.

“Pola belajar yang santai, enggak sih aku gak sambil dengaran musik tapi pokoknya guru megajar dengarkan dengan baik, diperhatikan baik-baik pola belajar di sekolah diiikutin lah. Saya santai gak mau ribet santai saja,” ucap Yazid saat ditemui di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).

Sedangkan Anggina proses belajarnya sangat dipengaruhi oleh mood sehingga ia juga kerap membangun mood dengan scrolling sosial media sebelum memulai proses belajar.

“Aku juga main instagram kok, tapi nyisain waktu belajar juga karena belajar gak bisa dipaksa kan harus tahu kapan nih yang enak buat belajar biar semangat,” kata Anggina.

Aysa pun setuju dengan Anggina tentang mood yang mempengaruhi semangat belajar, namun yang paling penting menurut Aysa adalah memahami teori dibandingkan menghapal teorinya.

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved