Breaking News:

Berita Sungailiat

Demi si Lola Pak Haji Rela Kuras Dompet Rp 80 Juta

Tanaman ini diprediksikan bakal panen sebanyak lima kali pada fase panen, sesuai musim.

(Bangkapos/ferylaskari)
Haji Riduan, mengenakan kaus warna biru didampingi Penyuluh Pertanian, Eko Wijaya saat berada di kebun cabai di Kampung Bantam Lingkungan VI Kelurahan Bukitketok Kecamatan Belinyu Bangka, Rabu (21/8/2019). 

"Panen kedua, kita panen cabe hijau, cabe muda, dapat sekitar dua ton dan dijual ke agen kisaran harga Rp 32.000 hingga Rp 35.000 perkg. Saat panen kedua saya dapat hasil sekitar Rp 70 Juta," katanya.

Populasi tanaman cabai ini masih tetap hidup dan mulai mengeluarkan kembang atau calon buah baru. Diprediksikan tanaman masih bisa panen sebanyak tiga kali lagi, sebelum akhirnya harus diremajakan.

"Mudah-mudahan masih bisa tiga kali panen lagi," katanya.

Ayah lima anak itu yakin, usaha di bidang pertanian, khususnya hortikultura menjanjikan. Sebab hortikultura, jenis sayur-sayuran atau buah-buahan lebih cepat menghasilkan uang hanya dalam hitungan bulan. Selain itu, baginya, usaha pertanian perkebunan memberikan ketenangan dalam hidup.

"Saya itu sampai malam hari juga datang ke kebun. Menggunakan lampu, saya mengawasi pertumbuhan cabe di kebun saya, melihat kembang cabe mulai mekar di malam hari, rasanya begitu menyenangkan. Rasanya begitu tenang, damai, bisa mendapatkan hasil uang dari kebun," kata pria yang juga merupakan Anggota Kelompok Tani Karya Sugih Alam Tani, begitu optimis.

Haji Riduan yang ketika itu didampingi Penyuluh Pertanian, Eko Wijaya mengatakan, harga cabai di daerah ini relatif baik. Bahkan pada saat-saat tertentu, harga cabai bisa melambung tinggi di tingkat pedagang pengumpul atau agen.

"Pada saat pasokan cabai kosong, harga jual di tingkat agen bisa mencapai Rp 50.000 hingga Rp 60.000 perkg. Tapi saat kondisi normal, cabai jenis ini dibeli pada kisaran harga Rp 24.000 perkg," kata suami tercinta Sulastri, berharap usahanya membawa berkah.

Apalagi dalam usaha tersebut, Haji Riduan tak sendiri. Ia dibantu oleh beberapa orang tenaga kerja, termasuk seorang pengurus atau kuasa lapangan, karena tak hanya kebun cabai yang ia miliki, namun kebun semangka, karet, lada, ubi dan juga kelapa sawit.

"Khusus untuk cabai saya sudah keluarkan biaya Rp 80 Juta, mudah-mudahan hasilnya berlipat ganda," kata Haji Riduan.

(Bangkapos/Ferylaskari).

Tags
cabai
Penulis: Fery Laskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved