Berita Pangkalpinang

Derita Sopir Angkot, Penumpang Sepi Hingga Taksi dan Ojek Online yang Merajalela

Saat ditemui Bangkapos.com, seorang pemilik mobil berbagi keluh kesah selama puluhan tahun menjadi sopir angkot.

Derita Sopir Angkot, Penumpang Sepi Hingga Taksi dan Ojek Online yang Merajalela
Bangkapos.com/Ferdi
Nazarudin sopir angkot jurusan Pangkalbalam. 

BANGKAPOS.COM-- Di tengah aktivitas pusat perbelanjaan dan lalu lalang kendaraan tepatnya di depan Ramayana, Kota Pangkalpinang, Rabu (21/8/2019), terlihat jejeran mobil angkot yang menunggu para

Saat ditemui Bangkapos.com, seorang pemilik mobil berbagi keluh kesah selama puluhan tahun menjadi sopir angkot.

Dia adalah Nazarudin (50) sopir angkot jurusan Pangkalbalam yang telah puluhan tahun menjadi sopir angkot

"Sekarang ini sepi baik jurusan Merpati Putih, Pangkalbalam, Selindung dan jalan Muntok sesuai dengan kondisi sekarang ditambah masyarakat kan kebanyakan memakai kendaraan motor," keluh Nazarudin saat ditemui Bangkapos.com, Rabu (21/8/2019).

Selain itu keluhan kami dari sopir angkot maraknya, taksi dan ojek online yang  dianggap merajalela mengambil para penumpang di wilayah seputaran angkot.

Dikatakan Nazarudin, semestinya pemerintah mengatur jangan campur aduk antara angkot dan taksi online, seperti di depan pegadaian karena terkadang penumpang mau naik ke angkot dipanggil sopir ojol langsung naik ojol.  "Angkot masih nunggu penumpang, dua sampai tiga orang kalau sendirian kan sopir angkot rugi," ungkap Nazarudin

Selain itu, Nazarudin juga berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk para sopir angkot seperti peremajaan mobil angkot

"Kan ini lah provinsi bukan kabupaten atau kota sudah layaknya mendapat peremajaan mobil angkot seperti di kota palembang, karena kebanyakan mobil angkot sekarang tahun 80 an yang paling muda itu tahun 2005," harapnya

Diakuinya, untuk setiap harinya ngetem di depan ramayana dari pagi sampai sore untuk mengejar setoran

"Kebanyakan angkot yang dibawa kan punya orang jadi harus nyetor untuk per-hari nya setoran Rp. 50.000," imbuhnya

Ditanya masalah ongkos dan  penghasilan Nazarudin mengatakan, untuk ongkos angkot sekarang Rp. 5.000, dan penghasilan yang mereka peroleh perharinya tidak menentu

"Jauh dari pada kurang cuma bertahan dari pada tidak ada kerjaan, itu bensin juga tidak menentu tergantung kita sopir yang menghemat putaran narik," keluhnya.

Sementara Fitri salah satu penumpang angkot jurusan Pangkalbalam mengatakan, tidak terlalu sering naik angkot untuk berbelanja ke pasar.
"Ini kebetulan motor saya pecah ban di rumah, jadi saya terpaksa naik angkot karena tidak ada kendaraan," kata Fitri tersenyum. (Bangkapos.com/Cr3)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved