Hamil Kedua, Tantri Kotak Terkena Virus Toksoplasma, Kenali Gejalanya

Berbeda dari kehamilan pertama, Tantri terkena virus Toksoplasma di kehamilannya saat ini.

Hamil Kedua, Tantri Kotak Terkena Virus Toksoplasma, Kenali Gejalanya
Kolase/ Tribunwow.com/ Instagram
Tantri Kotak 

BANGKAPOS.COM--Vokalis band Kotak Tantri Syalindri lagi hamil anak keduanya.

Berbeda dari kehamilan pertama, Tantri terkena virus Toksoplasma di kehamilannya saat ini.

Hal itu diakui Tantri di akun Instagramnya @Tantrisyalindri pada Rabu (21/8/2019).

//

“Ada yang nemenin cek adek, ada cerita sedikit sebenernya kehamilan saya di awal terdeteksi toxoplashma, yang ga tau google ya,” kata Tantri sambil berfoto dengan putri sulungnya dan hasil ronsen janin.

Diketahui umur janin Tantri sudah menginjak hampir 13 minggu atau hampir 3 bulan.

//

Mengetahui terkena virus Toskoplasma saat tengah mengandung Tantri pun mengaku sempat merasa takut.

“Sempet shock, takut dan sedih. Pengen cerita banyak dalam bentuk video aja sih. Setuju ga aku masukin di vlog #SisilainTanarda?” kata istri vokalis band Naff Arda itu seperti dikutip Wartakotalive.

Sehari sebelumnya Tantri membagikan momen saat tengah berada di sebuah Rumah Sakit kawasan Jakarta.

“Hari ini check up rutin bulanan untuk si dedek utun, gw lebih deg-degan pas disuruh cek berat badan ibunya sih,” jelas Tantri.

Ia juga membagikan pengalamannya di kehamilan keduanya ini terutama soal berat badan.

“Pas tau gilingaaannn rasanya pengen bilang ke suster jangan teriak ya sus, ngomongnya pelan-pelan saja. Ada ga sih yang sama ceritanya pas hamil anak kedua bb lebih berat dari kehamilan anak pertama?” kata Tantri.

Apa Itu Toksoplasma?

Dikutip dari Kompas.com Toksoplasma  gondii adalah parasit yang menumpang hidup pada hewan seperti kucing, anjing, kelinci, kambing, atau babi.

Toksoplasma bisa ditemukan pada feses hewan-hewan tersebut.

Infeksi parasit ini berdampak fatal pada ibu hamil karena bisa menyebabkan cacat lahir pada janin seperti tuli, gangguan penglihatan, serta keterbelakangan mental. 

Parasit toksoplasma juga bisa menginfeksi orang dengan gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS.

Dalam sebuah penelitian, diketahui kucing-kucing di Amerika Serikat mengeluarkan sekitar 1,2 juta metrik ton feses di lingkungan setiap tahunnya sehingga risiko penularan toksoplasma menjadi lebih besar.

Setelah meneliti beberapa studi sebelumnya, para peneliti meyakini parasit toksoplasma harus menjadi perhatian karena juga bisa menginfeksi orang sehat.

Ilustrasi wanita yang sering main dengan kucing bisa terkena virus Toksoplasma

Studi lain bahkan mengaitkan parasit ini dengan depresi, schizophrenia, dan rendahnya kemampuan akademik siswa di sekolah.

Menurut E.Fuller Torrey, psikiater dari John Hopkins University Medical Center, sekitar satu persen dari jumlah kucing yang ada akan mengeluarkan tinja mengandung oocyst (kista yang mengandung zigot parasit).

Setiap kista tersebut bisa bertahan selama 18 bulan dan hanya diperlukan satu untuk menyebabkan infeksi. Hewan lain seperti domba dan sapi juga bisa terinfeksi karena memakan rumput yang terkena feses kucing.

Sementara itu manusia dapat terinfeksi karena mengonsumsi makanan mentah atau daging yang kurang matang.

Di negara seperti Perancis atau Ethiopia yang penduduknya sering makan makanan mentah, insiden infeksi toksoplasma termasuk tinggi.

Selain dari makanan, air juga bisa tercemar parasit toksoplasma. Waspadai juga tempat-tempat yang disukai kucing seperti pasir dan taman.

"Toksoplasma adalah parasit yang kompleks. Jauh lebih rumit dari virus dan memiliki banyak gen," kata Torey.

Untuk mengurangi paparan parasit ini, cucilah dengan bersih sayur dan buah sebelum dikonsumsi. Ibu hamil juga tidak disarankan membersihkan tinja kucing.

Selain itu cuci tangan dengan sabun setelah memegang tanah atau pasir.

Gejala Toksoplasmosis

Saat T. gondii menyerang orang yang sehat, gejala bisa saja tidak muncul dan penderita dapat pulih sepenuhnya.

Namun pada kasus lainnya, gejala dapat muncul beberapa minggu atau gejala yang dirasakan biasanya ringan dan serupa dengan gejala flu, yaitu demam, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala tersebut dapat membaik dalam waktu 6 minggu.

Infeksi T. gondii pada bayi dan anak-anak umumnya ditularkan dari ibu selama masa kehamilan. Gejala lebih serius dapat dialami janin yang terinfeksi parasit ini pada trimester awal kehamilan, berupa kelahiran prematur, keguguran, atau kematian janin dalam kandungan.

Sedangkan bayi yang lahir dengan kondisi terinfeksi T. gondii (toksoplasmosis kongenital) akan menunjukkan gejala, seperti:

Kulit berwarna kekuningan.
Peradangan korion (chrorionitis) atau infeksi di bagian belakang bola mata dan retina.
Pembesaran organ hati dan limpa.
Ruam kulit atau kulit mudah memar.
Kejang.
Penumpukan cairan otak di kepala, sehingga kepala menjadi besar (hidrosefalus).
Kepala tampak lebih kecil (mikrosefalus).
Gangguan intelektual atau retardasi mental.
Kehilangan pendengaran.
Anemia.
Gejala-gejala tersebut dapat muncul saat bayi lahir, atau baru terlihat beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian.

Sedangkan pada penderita gangguan kekebalan tubuh, gejala infeksi toksoplasmosis ditandai dengan:

Sulit bicara, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, pusing, tampak bingung, kejang, hingga koma, jika toksoplasmosis menyerang otak.

Ruam, demam, menggigil, lemas, dan sesak napas, jika toksoplasmosis menyebar ke seluruh tubuh.

Editor: khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved