Berita Pangkalpinang

Kayu Bulin di Babel Mulai Langka, Kebanyakan Berada di Kawasan Hutan Lindung Tak Boleh Ditebang

Kayu Bulin sekarang mulai langka. Sekarang kebanyakan di kawasan hutan lindung

Kayu Bulin di Babel Mulai Langka, Kebanyakan Berada di Kawasan Hutan Lindung Tak Boleh Ditebang
Bangkapos.com/Byan Bimantoro
Kepala Bidang Tata Kelola dan Pemanfaatan Kawasan Hutan, Dicky Markam. 

BANGKAPOS.COM-- Beredar kabar bahwa kayu jenis Bulin sekarang sudah mulai langka. Hal ini ditandai dengan jarangnya masyarakat yang masih memakai urap kayu Bulin sebagai bahan untuk rumahnya. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Bidang Tata Kelola dan Pemanfaatan Kawasan Hutan, Dicky Markam.

"Karena kayu tersebut adanya sekarang kebanyakan di kawasan hutan lindung," kata Dicky saat ditemui Bangkapos.com pada Jumat, (16/8/2019).

Dicky mengatakan, hutan lindung tidak boleh ada aktivitas penambangan. Namun, ada beberapa kondisi yang dibolehkan. Kondisi tersebut adalah ketika kayu pohon bulin tersebut sudah tua atau mati.

"Kalau sudah mati, atas kebijakan dinas kehutanan kita perkenankan (ditebang--red). Namun, karena untuk menjaga supaya tidak disalahgunakan akhirnya tidak boleh ditebang juga," kata Dicky.

Penyebaran kayu pohon Bulin sendiri di Bangka Belitung di antaranya ada di Jebus, Pulau Bangka dan Gunung Duren, Pulau Belitung.

Dicky menambahkan, pihaknya belum menemukan kasus jual beli kayu Bulin atau pihak-pihak yang menyuplai kayu Bulin. Karena untuk kayu Bulin yang bagus untuk sementara belum ada di Areal Penggunaan Lain (APL) yang bisa diambil tanpa izin.

"Kalau pun ditemukan kasus seperti itu dan tidak memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan lindung, bisa dipastikan itu ilegal" tegas Dicky.

Harus Punya Izin

Di dalam aturannya, hutan lindung tidak boleh ada kegiatan penambangan, kecuali berizin. Izinnya sendiri dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kewenangan memang dari pusat, tapi didisposisikan ke dinas kehutanan. Untuk yang sifatnya bisnis atau komersil, dikeluarkan oleh kementerian atas rekomendasi dari gubernur melalui instansi dinas kehutanan," jelas Dicky.

Halaman
12
Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved