Kukuhkan FKUB dan DWI, Markus: Kerukunan Kunci Utama Sukseskan Pembangunan di Babar

Bupati Bangka Barat, Markus SH, saat mengukuhkan Ketua dan Pengurus FKUB masa bakti 2019-2024 dan DWI perwakilan Bangka Barat

Kukuhkan FKUB dan DWI, Markus: Kerukunan Kunci Utama Sukseskan Pembangunan di Babar
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat Markus SH saat mengukuhkan pengurus FKUB dan pengurus DWI Kab. Bangka Barat, Rabu (21/08). 

BANGKA BARAT - Kerukunan antar seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan Bangka Barat. Kerukunan umat harus menjadi prioritas utama. Setelah itu, barulah soal kesejahteraan.

Demikian penegasan Bupati Bangka Barat, Markus SH, saat mengukuhkan Ketua dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) masa bakti 2019-2024 dan Dewan Wakaf Indonesia (DWI) perwakilan Bangka Barat masa bakti 2019-2022 bertempat di OR 1 Kantor Bupati, Rabu (21/8).

Bupati Markus mengapresiasi segenap pengurus FKUB dan Badan Wakaf Indonesia Bangka Barat selaku mitra pemerintah daerah yang telah membantu pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagaimana diatur oleh undang-undang

Bupati Bangka Barat, Markus, SH saat melakukan pertemuan dengan pengurus FKUB dan DWI Kab. Bangka Barat
Bupati Bangka Barat, Markus, SH saat melakukan pertemuan dengan pengurus FKUB dan DWI Kab. Bangka Barat (Ist/Humas Pemkab Bangka Barat)

"Terimakasih dan apresiasi yang tinggi untuk segala dedikasinya. Tugas bersama ke depan adalah merawat kerukunan yang sudah ada dan dihidupi masyarakat Bangka Barat. Memang kuncinya ada dua; kerukunan dan kesejahteraan. Tapi menurut saya, kerukunan adalah hal yang paling utama dan penting untuk menyukseskan pembangunan di daerah," jelas Markus.

Menurut politisi PDI Perjuangan yang baru 5 bulan menjabat Bupati ini, kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat merupakan aset tak ternilai sekaligus jaminan terciptanya persatuan dan kesatuan.

"Dalam masyarakat yang rukun dan bersatu padu dapat dirasakan cara hidup saling membantu, saling mendukung, saling menghargai sekalipun dalam keberagaman," imbuhnya.

Forum kerukunan umat beragama dan badan wakaf Indonesia diharapkan dapat menjalankan perannya sehingga tercipta suasana yang harmonis dan membantu pemerintah dalam pembangunan serta demi terciptanya kondisi kondusif.

"Untuk itu, saya mengajak FKUB dan BWI Babar yang baru dikukuhkan untuk lebih bekeria keras, bekeria cerdas, bekeria ikhlas dan bekerja tuntas untuk mencapai tujuan bersama," harap Markus.

Senada disampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama Bangka Barat, Syarifudin. Menurutnya, pembangunan yang terus digalakan pemerintah daerah saat ini akan benar-benar terwujud jika kerukunan umat terus terjaga baik.

Bupati Bangka Barat Markus SH saat mengukuhkan pengurus FKUB dan pengurus DWI Kab. Bangka Barat, Rabu (21/08).
Bupati Bangka Barat Markus SH saat mengukuhkan pengurus FKUB dan pengurus DWI Kab. Bangka Barat, Rabu (21/08). (Ist/Humas Pemkab Bangka Barat)

Syarifudin berharap, pengukuhan ini akan mengefektifkan tugas, wewenang dan tanggungjawab para pengurus baru sebagaimana tertuang dalam SK.

"Kepada FKUB terlantik, tugas bersama kita mewujudkan kerukunan selain tugas lainnya. Soal BWI ini, secara nasional adalah badan independen. Kita apresiasi regulasi perundangan yang mengikat sebagaimana badan independen lainnya untuk berperan bangun Indonesia dan Bangka Barat. Peran di BWI sama kayak Baznas dan kita apresiasi Pemda Bangka Barat yang telah menetapkan Perda berkaitan dengan pengelolaan zakat di Bangka Barat," tuturnya.

Selain Bupati Markus, turut hadir dalam pengukuhan ini ketua badan wakaf Babel, pimpinan instansi vertikal, serta para pimpinan OPD Bangka Barat.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved