Berita Pangkalpinang

Pedagang Daging Sapi di Pasar Ingin Ada Pembatasan Daging Impor

Pedagang daging sapi di Pasar Pangkalpinang menginginkan pembatasan daging impor.

Pedagang Daging Sapi di Pasar Ingin Ada Pembatasan Daging Impor
Bangkapos.com/Byan Bimantoro
Budiman (kiri) di lapak dagingnya di Pasar Induk Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM-- Pedagang daging sapi di Pasar Pangkalpinang menginginkan pembatasan daging impor. Seperti yang diungkapkan Budiman, satu di antara pedagang daging sapi.

Ia mengatakan, perlu ada pembatasan karena bisa membuat pedagang sapi rugi. Ia pun mengaku tidak keberatan dengan adanya daging beku impor tersebut.

"Tapi dibatasi. Biasanya 5 hingga10 ton jadikan satu dua ton saja," kata Budiman yang mengaku mewakili aspirasi pedagang sapi lainnya saat ditemui Bangkapos.com pada Rabu, (21/8/2019) di Pasar Induk Pangkalpinang.

Masuknya daging impor yang merupakan daging kerbau dari India, lanjut Budiman, mempengaruhi tingkat penjualan dagingnya. Biasanya motong dua sapi, siang sudah habis, sekarang satu sapi saja tidak habis.

"Biasanya pelanggan beli 12 kilogram sekarang cuma enam kg karena mereka campur dengan daging kerbau beku itu karena jarak harganya yang cukup besar," keluh Budiman.

Saat ini harga daging sapi segar di pasar berkisar Rp 110.000 hingga Rp 115.000. Sedangkan untuk daging beku impor harganya Rp 80.000.

Selain itu ia juga mengkhawatirkan mengenai proses pemotongan daging beku impor itu. Ia menyangsikan apakah daging tersebut halal atau haram.

"Oke kalau mereka punya sertifikat halal dari MUI. Tapi kita kan tidak tau mereka motongnya gimana? Mereka pakai adab memotong secara islami atau tidak," ungkap Budiman.

Budiman berharap pemerintah bisa menekan masuknya daging impor ke Pangkalpinang supaya pedagang sapi bisa hidup juga.

"Saya harap pemerintah juga memperhatikan para pedagang sapi lokal ini," harap Budiman.

Ditemui terpisah, Kepala Perum Bulog Subdivre Bangka, Taufiqurokhmah TD mengatakan pengimporan daging kerbau dari India ini untuk menstabilkan harga di pasar.

"Ini kita lakukan untuk memberikan pilihan kepada konsumen," kata Taufiqurokhmah.

Ia juga menyampaikan jika ada keluhan dari pedagang atas impor daging ini bisa langsung mengadu ke Perum Bulog.

"Silakan saja, kami terbuka," ucap Taufiqurokhmah. (Bangkapos.com/Cr1)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved