Berita Pangkalpinang

Sejak 20 Juni 2019 Hingga Saat Ini, Terdapat 240 Titik Panas Di Babel

Kurniaji mengatakan dalam sepuluh hari terakhir terpantau titik panas di Babel berjumlah sekitar 100 titik.

Sejak 20 Juni 2019 Hingga Saat Ini, Terdapat 240 Titik Panas Di Babel
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Anggota Damkar Kota Pangkalpinang melakukan tindakan pemadaman kebakaran di belakang Pesantren Hidayatussalikin, Senin (05/08). 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Seksi data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, Kurniaji mengatakan dalam sepuluh hari terakhir terpantau titik panas di Babel berjumlah sekitar 100 titik.

Menurutnya,  jika ditarik lebih panjang mulai dari awal musim kemarau di tanggal 20 Juni 2019 sampai dengan hari ini, Rabu (21/8/2019) jumlah titik panas mencapai 240 titik.

Ia mengatakan, jika ditotalkan dengan titik api kemungkinan jumlah tersebut bisa lebih tinggi, hanya saja objek yang bisa tertangkap satelit sebagai titik panas harus memiliki luas minimal dua hektar.

"Mungkin saja, kami dapat laporan dari humas Pol PP jika dalam kurun waktu enam minggu ini saja ada 48 titik api, itu pun hanya di wilayah Pangkalpinang," kata Kurniaji, Rabu (21/8) kepada Bangkapos.com.

Sedangkan untuk wilayah yang paling banyak memiliki titik panas di Babel adalah wilayah Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Induk, dan Belitung Timur.

Lebih lanjut Kurniaji menjelaskan jika, tempat yang berpotensi besar memiliki titik panas adalah tempat yang memiliki kelembaban yang rendah dan suhu yang tinggi. Seperti di wilayah lahan kritis,dan banyak memiliki semak belukar.

"Jadi bisa dikatakan sebagai lahan-lahan yang sangat mudah terbakar, seperti di halaman kantor malah, kita dapat informasi ada titik api di belakang Kantor Bank Indonesia (BI)," ungkap Kurniaji.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, Kurniaji mengatakan jika jumlah titik panas mencapai 1.200 dalam satu tahun, yang berarti jumlah titik api tahun ini masih cukup jauh jika dibandingkan dengan tahun kemarin.

Namun mengingat musim kemarau yang masih cukup panjang, sehingga pihaknya belum bisa memastikan apakah titik panas tahun ini akan lebih sedikit atau malah lebih banyak dibandingkan dengan tahun kemarin. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved