Berita Bangka Barat

Tahun Depan 95 Persen Masyarakat Bangka Barat Harus Masuk JKN

Pemerintah pusat menargetkan tahun depan 95 persen kesehatan masyaraka harus terjamin dengan ikut serta JKM dan JKN Kesehatan

Tahun Depan 95 Persen Masyarakat Bangka Barat Harus Masuk JKN
Dokumen Bangka Pos
Achmad Syaifuddin, Kepala Dinas Kesehatan, Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah pusat menargetkan tahun depan 95 persen kesehatan masyaraka harus terjamin dengan ikut serta dalam Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM) atau JKN Kesehatan.

Program Universal Helth Coverage (UHC) ini sudah dicanangkan pemerintah pusat dari tahun 2005.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Achmad Syaifuddin kepada bangkapos.com, program UHC ini diantaranya JKN dari Pusat melalui program penerima bantuan iuran (PBI) APBN, PBI Provinsi maupun PBI Kabupaten.

"In ikan amanat undang-undang yang mana harus menjamin penyediaan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Achmad.

Jumlah penduduk bangka barat saat ini sebanyak 195.130 jiwa. Data Askes sebelumnya tercatat ada 59.143 jiwa yang belum masuk dalam jaminan kesehatan, baik PBI APBN, PBI Propinsi maupun PBI Kabupaten.

Kemudian dari jumlah tersebut 195.140 jiwa, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) di Bangka Barat tercatat masyarakat miskin dan tidak mampu sebanyak 40.333 jiwa.

Dari 40.333 jiwa ini, yang masuk dalam program PBI APBN hanya sebanyak 26.926. Sedangkan sisanya dari BDT tersebut, ada yang menunggu pengeluaran dari PBI APBN, dan ada pula yang masuk ke PBI Propinsi.

Achmad mengatakan untuk tahun 2019, PBI yang berasal dari APBD Provinsi atau PBI Provinsi sebanyak 5.104 jiwa.

"Untuk mencapai program UHC yang 95 persen target pusat itu kita ajukan lagi ke dewan dan sudah disetujui 45.000 jiwa yang bersumber dari APBD Kabupaten," kata Achmad.

Dari 6 kabupaten dan 1 kota yang ada di Provinsi Bangka Belitung yang sudah melakukan program UHC ini baru Kabupaten Belitung saja.

Dia menambahkan, program UHC melalui PBI Kabupaten ini masih terus berproses. Baik dalam pengumpulan data masyarakat maupun proses pendaftaran langsungnya.

"Karenanya nanti kita akan sosialisasikan lagi ke masyarakat terkait jaminan kesehatan ini," ujar Achmad.

(bangkapos.com / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved