Berita Sungailiat

Enam Desa di Kabupaten Bangka Miliki Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka melaksanakan kegiatan Stakeholder Meeting Kabupaten Bangka Kabupaten Bangka

Enam Desa di Kabupaten Bangka Miliki Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Bangkapos/Riki Pratama
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka melaksanakan kegiatan Stakeholder Meeting Kabupaten Bangka Kabupaten Bangka, Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, pada Kamis (22/8/2019) siang di ruang OR Kantor Bupati Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka melaksanakan kegiatan Stakeholder Meeting Kabupaten Bangka Kabupaten Bangka, Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, pada Kamis (22/8/2019) siang di ruang OR Kantor Bupati Bangka.

Dalam kegiatan itu hadir mewakili Bupati Bangka Staf Ahli Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Surtam yang membuka serta menyerahkan bantuan komputer ke desa yang menjadi contoh dalam pengelolaan perpustakaan.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional tahun 2018, transformasi berbasis inklusi sosial salah satunya perpustakan di Kabupaten Bangka dan enam desa Kimak, Pemali, Merawang, Rebo, Kayu Besi, dan Kapuk di Kabupaten Bangka, kepada Desa penerima manfaat, untuk konsisten sehingga Perpustakaan Desa bisa bersaing dengan lembaga desa lainnya," ungkap Surtam, Kamis (22/8/2019).

Ia mengharapkan perpustakaan yang ada di Desa bisa menarik kunjungan masyarakat sebagai tempat baca dan tempat lainnya.

"Kabarnya salah satu penyebab desa Kimak diundang sebagai desa pemenang tingkat provinsi memiliki perpustakaan desa yang sangat baik, desa lain dapat menjadi contoh pengelolaan perpustakaan, seperti dikelola Desa Kimak untuk menjadi lebih baik lagi. Sekarang ada tren orang gemar membaca, tetapi membaca naskah pendek seperti, sms, twiter, instagram, membaca buku dianggap sebagai obat tidur, namun Perpustakaan berbasis inklusi harus mengembangkan potensi melihat keberagaman budaya, dan terus menghargai buku," lanjutnya.

Senada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka, Mina mengatakan, sebanyak enam desa sebagai percontohan memiliki perpustakaan berbasis inklusi sosial serta diharapkan bisa bertambah ke desa lainnya.

"Seluruh desa diharapkan sudah bertranformasi ke perpustakaan berbasis inklusi sosial, untuk mengenal berbasis inklusi sosial harus memiliki komitmen, bahwa perputakaan itu apa, dan inklusi sosial itu apa tentun harus memahaminya," ungkapnya.

Seperti Literasi, sambungnya pemahaman membaca dan memahami apa yang dibaca, berhubungan dengan inklusi sosial.

"Kita memahami perpustakaan ada kegiatan literasi dan berinklusi sosial, inklusi pendekatan basis sistem sosial, bagaimana upaya kita menempatkan manusia dengan kemampuanya kemandirianya, Perpustakaan sebagai alat, wadah karya tulis, karya rekam dan karya cetak," ungkapnya.

Ia mengharapkan pengelola perpustakaan di desa bukan hanya duduk menanti pengunjung tetapi harus ada inovasi membangun kerjasama mengajak warga dengan cara melaksanakan berbagai kegiatan di Perpustakaan.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved